SISTEM OPERASI JARINGAN
Open Source dan Closed Source
1. Apa itu Open Source dan apa itu Closed Source ?
Open source merupakan cara pengembangan/distribusi
software yang membolehkan siapapun memperoleh, mengubah, dan mendistribusi ulang
software tersebut.
Jika diartikan menurut arti kata,
Open Source dalam bahasa Indonesia berarti Kode Terbuka. Kode yang dimaksud disini bukanlah kode
morse,
ataupun kode barang, tetapi kode yang dimaksud disini adalah Kode
Program. Kode Program yang dimaksud adalah perintah-perintah yang
diketikkan berdasarkan logika yang benar.
Suatu program dengan lisensi
Open Source berarti program
tersebut membuka Kode Programnya bagi siapa saja yang ingin
mempelajarinya, caranya dengan menyertakan kode program bersama dengan
distribusi paket program yang sudah jadi (hasil kompilasi). Dengan
penyertaan kode program tersebut, pembeli atau pengguna program dapat
membedah program tersebut, melakukan modifikasi sesuai dengan
kebutuhannya, bahkan memperbaiki
Bug atau kesalahan logika dalam program tersebut. Contoh program yang
Open Source adalah
Linux. Dalam setiap distribusinya
vendor Linux juga menyertakan Kode Program
Linux.
Satu hal yang perlu ditekankan adalah bahwa program /
software yang
Open Source
tidak selalu tersedia secara gratis. Tetap ada biaya yang dikeluarkan
untuk membeli program tersebut. Contoh, misalnya Sistem Operasi
RedHat Linux, program Linuxnya tetap dibeli dengan harga yang murah. Lalu, apa bedanya
Open Source dengan
Closed Source.
Pada program yang
Closed Source, paket program tidak dapat didistribusikan lagi selain oleh pembuat /
vendor program tersebut. Jika ada distribusi yang bukan oleh
vendor program tersebut, maka itu dianggap sebagai pembajakan
software. Atau dengan kata lain program yang
Closed Source tidak dapat didistribusikan secara bebas, kecuali oleh
vendor program tersebut. Sedangkan
software yang
Open Source, dapat didistribusikan secara bebas oleh siapapun. Paket program juga dapat digandakan secara bebas.
Tujuan
Open Source sebenarnya adalah ingin menghilangkan ketergantungan terhadap
vendor program, dimana vendor bisa saja bertindak seenaknya. Dalam program yang
Closed Source, vendor bisa saja menyisipkan kode-kode yang mungkin dapat membahayakan pengguna program, dan menghilangkan privasi pengguna.
Selain itu,
Open Source juga bertujuan menyediakan
software yang mudah dijangkau oleh masyarakat luas, dan menghindari pengerukan keuntungan yang berlebihan oleh
vendor.
Bagi kalangan IT khususnya di Indonesia, dengan adanya
software yang
Open Source
dapat mendorong semangat untuk mengembangkan program bagi tenaga-tenaga
TI di Indonesia. Sebab dengan mempelajari kode program, dapat dianalisa
dimana kelemahan program, apa sesungguhnya proses yang berlangsung
dalam kerja program, dan sekaligus mencari solusi terhadap kelemahan
program yang ditemui. Atau yang lebih
extreme nya lagi adalah memodifikasi program sedemikian rupa agar lebih
ergonomis / pas digunakan sesuai dengan keperluan.
Sebagai tenaga yang bergerak di bidang TI, tentunya kita tidak boleh hanya menjadi
End User
yang hanya mampu memanfaatkan hasil kerja orang lain. Sebab dengan
demikian sampai selama-lamanya bidang TI kita akan tertinggal dari
negara-negara lain. Kalau hanya ingin menjadi
End User, untuk
apa kita susah-susah membuang waktu dan biaya yang tidak sedikit untuk
menjadi S.Kom, dan sebagainya ? Kalau memang hanya ingin menjadi
End User lebih efektif dan efisien mengikuti kursus.
Hal inilah yang masih belum disadari oleh kebanyakan pengajar maupun
mahasiswa bidang Teknologi Informasi di Indonesia. Seorang S.Kom bukan
dipersiapkan untuk menjadi pengguna, melainkan dipersiapkan untuk
menjadi Analis Sistem yang dapat merancang baik
software maupun
hardware. Dengan menggunakan program yang
Open Source bukankah telah terbuka jalan yang sangat lebar untuk menuju ke arah tersebut ?
Dengan mempelajari kode program yang
Open Source kita dapat menganalisa teknik yang digunakan dalam pembuatan
software tersebut, yang nantinya pengetahuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk merancang aplikasi yang berguna.
Harus diakui bahwa jika kita bekerja sebagai
Software Developer yang
Open Source, akan mengurangi jumlah pendapatan yang akan diterima jika dibandingkan dengan
Software Developer yang
Closed Source, sebab
software yang kita buat dapat di distribusikan secara bebas oleh orang lain tanpa membayar lisensi kepada kita.
Namun, ada yang jauh lebih berarti dibandingkan dengan uang tersebut. Yaitu Perbuatan Amal. Dengan mengeluarkan program yang
Open Source,
dimana pengguna dapat melihat, mempelajari, dan memodifikasi Kode
Program, dapat dibayangkan berapa banyak orang yang memperoleh
pengetahuan dari program kita, berapa banyak mahasiswa yang dapat
meningkatkan kemampuannya dengan mempelajari
software yang kita buat. Belum lagi umpan balik yang diberikan oleh pengguna
yang mengetahui kelemahan program kita dan memberikan solusinya, yang dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan kita.
Lagipula,
vendor seperti
RedHat yang selama ini bergerak sebagai
Software Developer yang
Open Source tidak menjadi bangkrut malahan semakin maju. Mengapa ? Sebab, pengguna yang awam dengan sistem komputer tetap akan menghubungi
vendor
program jika terjadi masalah dengan program. Karena mereka menganggap
bahwa vendor tentu lebih memahami programnya dibandingkan dengan teknisi
yang lain.
Namun, pilihan untuk mengikuti
Open Source atau tidak tetap bergantung pada diri kita masing-masing. Seandainya Anda berkeinginan menjadi
Software Developer yang kaya raya seperti
Bill Gates, mungkin Anda memilih menjadi
Software Developer yang
Closed Source.
Sebaliknya, jika Anda adalah seorang yang senang berbagi ilmu dan pengalaman tentunya Anda lebih senang menjadi
Software Developer yang
Open Source, namun itu tentunya kemungkinan kecil dapat menjadikan Anda sekaya
Bill Gates. Baik, pilihan tetap berada pada diri kita masing-masing.
2. Contoh program / Software dari Open Source ?

Penetrasi aplikasi
Open Source kian berkembang tiap
tahunnya. Aplikasi tersebut datang dan pergi dengan mudah dari komputer
tergantung keinginan pemiliknya. Namun, dari sekian banyak aplikasi
Open Source
yang mampir ke suatu komputer, ada beberapa aplikasi yang tempatnya tak
tergantikan dan tetap menjadi pilihan utama pengguna komputer. Nah,
aplikasi tersebut adalah aplikasi yang dinilai paling favorit dan layak
dipilih sebagai aplikasi Open Source terbaik saat ini.
Salah satu yang membuat daftar aplikasi
Open Source terbaik selama tahun 2007 adalah
Softpedia.
Situs ini memilih aplikasi Open Source yang terbaik bukan atas dasar
“siapa yang terbaik dan terburuk” namun lebih didasarkan atas “siapa
yang paling banyak digunakan dan keberadaannya dirasa sangat membantu
pengguna komputer” pada tahun 2007 itu. Hal tersebut pasti berbeda
dengan tahun sekarang, seiring berkembangnya teknologi informasi
sekarang ini.
Salah satu aplikasi yang menjadi finalis dalam daftar tersebut adalah
GIMP alias GNU Image Manipulation Program. Ini merupakan aplikasi yang
digunakan untuk edit dan rekayasa
image. GIMP tidak hanya bisa
dijalankan di satu sistem operasi sehingga membuatnya menjadi salah satu
aplikasi penting, terutama bagi yang bergelut dengan
image setiap harinya.
Selanjutnya ada
Open Office dan
Firefox. Untuk kedua aplikasi ini, keberadaanya di ranah
Open Source juga tak terbantahkan.
Open Office menjadi bagian penting untuk aplikasi perkantoran, sedangkan
Firefox kian mengambil hati pengguna internet sebagai browser pilihan.
Berikut adalah 10 finalis aplikasi
Open Source terbaik versi
Softpedia pada tahun 2007 :
- GIMP
- Mplayer
- Amarok
- Pidgin
- OpenOffice.org
- Wine
- K3b
- Firefox
- Thunderbird
- Filezilla
Softpedia mengakui masih banyaknya aplikasi
Open Source
lain yang juga layak disebut sebagai yang terbaik dalam daftar
tersebut. Namun mereka beralasan, pemilihan daftar diatas didasarkan
atas mereka yang terbaik di tiap kategorinya (
detikinet.com).
Jika kita
browsing di
Internet dengan kata kunci
open source maka akan ditampilkan daftar beberapa situs yang memuat
software bersifat
open source. Masing-masing situs berbeda dalam menyajikan
software yang dapat didownload secara gratis tersebut.
Software
tersebut juga dikelompokkan berdasarkan kategori, sebagai bahan
pembanding berikut ini diambil dari salah satu situs yang memuat
software berdasarkan kategori :
- Database : Tuxx Racer, KeePass Password Save
– Desktop : GNU/Win32, KeePass Password Save
– Development : Dev-C++, ZK – Ajax but no Javascript
– Enterprise : Compiere ERP + CRM Business Solution, JasperReports – Java Reporting
– Games : ZSNES, KoLmafia
– Multimedia : Weka–Machine Learning Software in Java, ZK – Ajax but no JavaScript
– Networking : FileZilla
– Security : Eraser, KeePass Password Safe
– Hardware : Tcl, Open HPI
– SysAdmin : TightVNC, phpMyAdmin
– VoIP : trixbox, freePBX
– CMS : Atutor, os-Commerce, Joomla, Mambo, Moodle
3. Defenisi Open Source ?
Software yang didistribusikan dengan biaya rendah dan
souce code nya dapat dilihat, dimodifikasi,dan didistribusi ulang.
a. Free Redistribusion
Dengan adanya
lisence maka tidak membutuhkan royalti pada distribusi
source code.
b. Source Code
Program harus melibatkan
source code dan harus dapat didistribusikan dalam
compiled form sehingga dapat dijalankan pada semua program.
c. Denved Warks
Lisence harus dapat dimodifikasi dan didistribusi ulang.
d. No Descrimitatio Againts Persons Or Groups
License tidak boleh ada pembatasan antara perseorangan atau kelompok.
e. License Must Not Be specific to a product
Hak cipta pembuatan program tidak boleh tergantung pada distribusi
software.
f. License Must Not Restrict Other Software
License tidak boleh pembatasan pada distribusi
lisenced software.
g. Lisence Must be Tecnology Neutral
Tidak ada ketetapan
lisence pada teknologi individual atau bentuk
interface .
Perbandingan antara
Close Source Software (CSS) dengan
Open Source Software (OSS) :
-> CSS
- Dikembangkan oleh perusahaan dan tim pengembang untuk mendapatkan keuntungan.
– Sentralisasi digunakan hanya untuk satu situs.
– Saran pengguna belum tentu di implementasikan.
–
Software tidak selalu diperbaharui.
– Tidak dapat dimodifikasi
source code.
-> OSS
- Dikembangkan oleh sukarelawan untuk berbagi pegetahuan.
– Desentralisasi, distribusi dapat digunakan pada beberapa situs.
– Saran pengguna dapat langsung diterapkan.
–
Software dapat diperbarui setiap hari atau setiap minggu.
– Kemampuan untuk memodifikasi
source code.
Berbeda antara
Software yang
free dengan
freedom seperti
LINUX,
software ini tidak
free (gratis untuk mendapatkannya) tetapi
freedom (bebas) arti bebas ialah dapat didistribusikan ulang, dapat dibuat
code tambahan atau bentuk juga menunya jika mampu.
4. Aturan-aturan dalam Open Source ?
a. Pendistribusian Ulang Secara Cuma-Cuma
Lisensi tersebut tidak akan menghalangi pihak manapun dalam menjual atau memberikan
software tersebut sebagai sebuah komponen dari suatu distribusi
agregat software
yang mencakup program-program dari beberapa sumber yang berbeda.
Lisensi itu juga tidak memerlukan sebuah royalti atau biaya lain untuk
penjualan tertentu.
b. Kode Sumber
Program tersebut harus meliputi kode sumber dan mengijinkan distribusi
dalam bentuk kode sumber maupun bentuk jadi. Jika bentuk dari suatu
produk tidak didistribusikan dengan kode sumber, sebuah sarana publikasi
yang baik harus disediakan untuk memperoleh kode sumber tersebut dengan
biaya reproduksi yang masuk akal, atau memindahkan dari internet tanpa
biaya. Kode sumber tersebut harus dalam bentuk-bentuk yang diinginkan
sehingga
programmer dapat memodifikasi program itu. Kode sumber
yang disengaja dibuat untuk memperdaya tidak diijinkan. Bentuk-bentuk
lanjutan seperti keluaran dari sebuah
processor atau
translator tidak diijinkan.
c. Karya-karya Bentukan
Lisensi tersebut harus memperbolehkan, karya-karya modifikasi atau
bentukan, dan mengijinkannya untuk didistribusikan dalam bentuk yang ama
seperti lisensi
software asalnya.
d. Integritas Pencipta Kode Sumber
Lisensi tersebut dapat membatasi pendistribusian kode sumber dalam
bentuk modifikasi hanya jika lisensi itu mengijinkan pendistribusian
dalam bentuk “
patch files” (potongan; menempel; tidak
seluruhnya) dengan kode sumber dengan tujuan memodifikasi program
tersebut pada masa pembuatan. Lisensi itu secara tertulis/tersurat harus
memperbolehkan pendistribusian
software yang dibuat dari
modifikasi kode sumber. Lisensi tersebut mungkin memerlukan
pekerjaan-pekerjaan bentukan untuk membawa nama atau versi yang berbeda
dari
software asal.
e. Tidak Adanya Diskriminasi Terhadap Individu Atau Kelompok
Lisensi tersebut tidak diperbolehkan menciptakan diskriminasi terhadap orang secara personal atau perkelompok.
f. Tidak Adanya Diskriminasi Terhadap Bidang-bidang Pemberdayaan
Lisensi tersebut tidak boleh membatasi seseorang dari menggunakan
program itu dalam suatu bidang pemberdayaan tertentu. Sebagai contoh,
tidak ada pembatasan program tersebut terhadap penggunaan dalam bidang
bisnis, atau terhadap pemanfaatan dalam bidang riset genetik.
g. Pendistibusian lisensi
Hak-hak yang dicantumkan pada program tersebut harus dapat diterapkan
pada semua yang menerima tanpa perlu dikeluarkannya lisensi tambahan
oleh pihak-pihak tersebut.
h. Lisensi Tersebut Tidak Diperbolehkan Bersifat Spesifik Terhadap Suatu Produk
Hak-hak yang tercantum pada program tidak boleh tergantung pada keadaan program yang merupakan bagian dari suatu distribusi
software
tertentu. Jika program disarikan dari distribusi tersebut dan digunakan
atau didistribusikan di dalam bentuk-bentuk lisensi program itu, semua
pihak yang menerima harus memiliki hak yang sama seperti mereka yang
dijamin dalam hubungan dengan pendistribusian
software asal.
i. Lisensi Tersebut Tidak Diperbolehkan Membatasi Software Lain
Lisensi itu tidak boleh menempatkan pembatas bagi
software
lain. Sebagai contoh, lisensi itu tidak boleh memaksakan bahwa program
lain yang didistribusikan pada media yang sama harus bersifat
open source.
j. Lisensi Harus Menjadi Teknologi Sentral
Tidak ada ketetapan terhadap lisensi yang mungkin mengarah ke siapapun atau teknologi alat penghubung.
5. Macam-Macam Lisensi
a.
Freeware, artinya
software tersebut gratis untuk digunakan, Anda tidak bisa melihat
source code software tersebut, biasanya disertai syarat tidak boleh memodifikasi
software tersebut. Ada pula yang disertai syarat harus untuk kepentingan non-komersial. Tetapi syarat mutlak sebuah
software disebut
freeware adalah tanpa batasan jumlah dan waktu pemakaian.
b.
Shareware, artinya
software tersebut dapat didownload dan digunakan pengguna hanya untuk dicoba. Jika pengguna merasa
softwarenya bagus, maka diharuskan membeli.
Shareware sering dibatasi lamanya waktu pakai (misalnya trial 30 hari), atau jumlah
software tersebut dijalankan (misalnya 30x), atau
feature-feature tertentu yang tidak bisa diakses. Sesudah masa ujicobanya berakhir,
software bisa saja terkunci atau bisa saja tetap berfungsi sebagaimana mestinya.
c.
Adware, artinya
software tersebut gratis, tetapi ada iklan yang muncul ketika dijalankan. Iklan dapat muncul baik pada saat
start, atau muncul di sela-sela penggunaan.
d.
Open Source, artinya
software yang
source code-nya dibuka ke publik, Anda bisa memodifikasi dan mendistribusikan atau mempublikasikan
source code hasil modifikasi dengan syarat-syarat tertentu, misalnya dengan tetap mempertahankan nama
softwarenya.
6. Lisensi-lisensi yang telah disertifikasi oleh Open Source Organization
Dan berikut ini
software gratis dan
open source terbaik yang telah disertifikasi oleh
Open Source Organisasi ;
a. Browser Gratis Terbaik
Browser ini yang kita butuhkan setiap kali membuka halaman di internet, search di
Google, membaca
email di
Yahoo Mail, baik di
windows maupun di
linux, pilihan jatuh pada
Mozilla Firefox (bisa berjalan di
Windows atau
Linux).
b. Antivirus Gratis Terbaik
Antivirus penting sekali untuk menjaga komputer Anda dari serangan
virus yang mematikan atau memperlambat sistem komputer Anda. di waktu yang lalu
tutorialgratis.net pernah mendaftar urutan antivirus terbaik. Pilihan antivirus gratis terbaik untuk
Windows adalah
Avira AntiVir Personal. Sedangkan untuk
linux adalah
F-Prot Antivirus for
Linux Workstations atau
avast! Linux Home Edition.
c. Office Gratis Terbaik (Word Processor, Spread sheet, Presentation)
Untuk urusan
Office Gratis terbaik, pilihan jatuh pada
OpenOffice.Org. Fungsinya mirip
Microsoft Word, Microsoft Excell, dan
Microsoft PowerPoint, tetapi yang ini gratis dan
Open Source.
d. Editor Gambar Bitmap Gratis Terbaik
Untuk yang hoby mengutak-atik gambar seperti mengatur pencahayaan,
menggabungkan dua buah gambar, dan sebagainya, biasanya orang banyak
menggunakan
Adobe Photoshop. Software pengolah gambar
bitmap yang terbaik dan gratis adalah
GIMP (
GNU Image Manipulation Program) yang bisa di download di
Windows atau
Linux.
e. Editor Gambar Vector Gratis Terbaik
Fungsinya mirip
CorelDraw, kita bisa membuat dan mengedit gambar
vektor yang tersusun atas garis-garis dan bidang.
Software Vector Editor yang terbaik dan gratis (
Open Source) adalah
Inkscape. Juga bisa di pakai di
Windows atau
Linux.
f. Media Player Gratis Terbaik
Fungsinya buat memainkan video, musik, lagu,
file-file audio seperti MP3, WAV, dan sebagainya. Untuk
software Media Player terbaik di
Windows adalah
Winamp. Untuk
linux,
media player terbaik adalah
GeeXboX.
g. Audio Editor Gratis Terbaik
Dengan
software audio editor, kita bisa mengedit
file audio, seperti menambah
echo, menggabungkan vokal dengan musik, membuat
jingle atau
spot iklan radio, dan sebagainya.
Software audio editor gratis terbaik di
Windows dan
Linux adalah
Audacity yang bisa dijalankan di
Windows atau
Linux.
h. Video Editor Gratis Terbaik
Software Video Editor digunakan untuk mengedit video, seperti potong-memotong,
filter,
encoding, dan lain-lain.
Software Video Editor terbaik yang gratis adalah
Avidemux yang bisa dijalankan di
Windows atau
Linux.
i. FTP Gratis Terbaik
Program ini digunakan untuk men
transfer file ke sebuah
server lewat
internet. Program ini sering digunakan oleh
webmaster untuk men
transfer file-filenya ke
web server. Program FTP yang
open source adalah
FileZilla (bisa dijalankan di
Windows atau
Linux).
j. Program Mail Client Gratis Terbaik
Program ini digunakan untuk membaca
email dari
desktop (IMAP, POP, atau HTML). Di lingkungan
Windows, program
mail client terbaik adalah
Mozilla Thunderbird. Di
Linux, program
mail client gratis terbaik adalah
Evolution.
k. Program Kompresi Gratis Terbaik
Program ini berfungsi untuk memperkecil ukuran
file tanpa menghilangkan data (seperti WinZip atau WinRAR). Di
Windows, program kompresi yang gratis terbaik (
freeware) adalah 7-Zip , sedangkan di
Linux, program kompresi yang terbaik dengan adalah p7zip (LGPL) dan PeaZip (GPL).
l. Program Download Accelerator Gratis Terbaik
Buat yang suka mendownload
file dari internet, program ini sangat diperlukan, karena bisa mempercepat download hingga 3 kali lipat. Di
Windows, program download
accelarator terbaik dengan lisensi GPL adalah
Free Download Manager. Di
Linux, program download
accelerator terbaik dengan lisensi GPL adalah
QuickDownloader. Penulis juga merekomendasikan
Add-Ons FireFox DownThemAll, karena jika menggunakan FireFox dan
Add-Ons tersebut, kita tidak perlu menginstall
software tambahan.
7. Keuntungan dan Kekurangan Menggunakan Open Source
Keuntungan yang bisa didapatkan dari produk
opensource mungkin merupakan
software
yang dapat diambil tanpa dipungut biaya (gratis). Namun beberapa
diantaranya terdapat produk komersil yang juga mengandalkan fungsi dari
open source, salah satunya adalah
Microsoft Internet Explorer. Beberapa keuntungan yang didapatkan dengan menggunakan
software yang
open source diantaranya:
• Legal
Menurut informasi yang ada Indonesia menempati posisi ke-4 negara
pembajak terbesar didunia. Hal ini mengakibatkan posisi tawar-menawar di
Indonesia sangat lemah didunia perdagangan, sekaligus menuai kecaman
dari Negara-negara lainnya. Dengan adanya
Open Source dan kelegalannya, pembajakan
software di Indonesia dapat berkurang drastic dari 80% hingga 0%.
• Penyelaman Devisa Negara
Software yang banyak dipakai untuk mengetik harganya adalah US$
600. Untuk perbandingan, harga laptop adalah sekitar US$ 435 . Dan
pendapatan per kapita/bulan adalah hanya sekitar US$ 134. Dengan
menggunakan solusi berbasis
Open Source, maka dapat dilakukan
penghematan devisa negara secara signifikan. Kemudian dana tersebut
dapat dialokasikan ke usaha-usaha untuk kesejahteraan rakyat.
• Keamanan Negara atau Perusahaan
Di tahun 1982 pernah terjadi ledakan dahsyat di saluran pipa gas Uni
soviet di Siberia. Kekuatan ledakan tersebut sekitar 3 kiloton atau 25%
dari kekuatan bom atom Hiroshima. Setelah 16 tahun kemudian baru
diketahui oleh public bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh
software computer proprietary / tertutup yang telah diubah oleh CIA. Dengan menggunakan
software Open source, kita dapat menghindari dari bahaya semacam ini karena bisa dilakukan audit terhadap kode programnya.
• Keamanan Sistem
Jika bicara mengenai keamanan
computer, tentu banyak sekali celah / lubang-lubang keamanan yang bisa di tembus pada
software. Terutama jika
software itu tidak memiliki keamanan yang cukup untuk membentengi dirinya dari serangan virus. Pada
software proprietary
atau tertutup sangat sulit untuk dapat benar-benar yakin dengan
keamanannya, karena kita tidak tahu apa yang ada didalamnya. Selain itu
sering kali sulit untuk mendapatkan solusinya. Sebagai contoh, terdapat
security hole pada
Microsoft Internet Explorer yang sudah diketahi semenjak tahun 2002 namun masih belum di ketemukan solusinya. Contoh lain, sebuah Komputer dengan
OS Microsoft Windows 2000 yang kemudian disambungkan ke
Internet dapat terserang virus dalam waktu 10 menit atau kurang. Lalu di tahun 2006,
Internet Explorer tidak aman lagi digunakan selama 284 hari karena system yang tidak aman.

Kelemahan dan kekurangan menggunakan
software Open Source, sebagai berikut :
• Tidak adanya jaminan bahwa pengembangan dari suatu software akan berlanjut.
Dengan kata lain, pengguna tidak dapat mengetahui apakah suatu proyek
akan terus berlanjut atau tidak, meskipun berlanjut mungkin hanya
sementara dan kemudian mati setelah tidak banyak lagi yang tertarik
dengan
software tersebut. tentu saja masalah ini dihadapi juga oleh software komersial tetapi lebih tajam tertuju pada
software open source, terutama bila suatu proyek dimulai tanpa dukungan dari satu atau beberapa komunitas yang cukup kuat.
• Banyaknya masalah berkaitan dengan hak atas kekayaan intelektual.
Masalah ini sangat penting karena beberapa negara telah menerima hak paten atas suatu
software dan algoritma. sangat sulit mengetahui bahwa suatu metode yang digunakan untuk memperbaiki
bug pada
software telah dipatenkan, suatu komunitas bisa disalahkan berdasarkan hukum kekayaan intelektual tersebut.
• Adanya masalah eksistensi dan status.
Sangat sedikit pengiklan yang ingin mempromosikan produknya pada
software open source terutama bila proyek tersebut tidak didukung
company yang kuat. masalah kurangnya pelayanan
support dll., sangat penting bagi pengguna awan sehingga mengurangi ketertarikan mereka akan produk
open source
1. Apa itu Open Source dan apa itu Closed Source ?
Open source merupakan cara pengembangan/distribusi
software yang membolehkan siapapun memperoleh, mengubah, dan mendistribusi ulang
software tersebut.
Jika diartikan menurut arti kata,
Open Source dalam bahasa Indonesia berarti Kode Terbuka. Kode yang dimaksud disini bukanlah kode
morse,
ataupun kode barang, tetapi kode yang dimaksud disini adalah Kode
Program. Kode Program yang dimaksud adalah perintah-perintah yang
diketikkan berdasarkan logika yang benar.
Suatu program dengan lisensi
Open Source berarti program
tersebut membuka Kode Programnya bagi siapa saja yang ingin
mempelajarinya, caranya dengan menyertakan kode program bersama dengan
distribusi paket program yang sudah jadi (hasil kompilasi). Dengan
penyertaan kode program tersebut, pembeli atau pengguna program dapat
membedah program tersebut, melakukan modifikasi sesuai dengan
kebutuhannya, bahkan memperbaiki
Bug atau kesalahan logika dalam program tersebut. Contoh program yang
Open Source adalah
Linux. Dalam setiap distribusinya
vendor Linux juga menyertakan Kode Program
Linux.
Satu hal yang perlu ditekankan adalah bahwa program /
software yang
Open Source
tidak selalu tersedia secara gratis. Tetap ada biaya yang dikeluarkan
untuk membeli program tersebut. Contoh, misalnya Sistem Operasi
RedHat Linux, program Linuxnya tetap dibeli dengan harga yang murah. Lalu, apa bedanya
Open Source dengan
Closed Source.
Pada program yang
Closed Source, paket program tidak dapat didistribusikan lagi selain oleh pembuat /
vendor program tersebut. Jika ada distribusi yang bukan oleh
vendor program tersebut, maka itu dianggap sebagai pembajakan
software. Atau dengan kata lain program yang
Closed Source tidak dapat didistribusikan secara bebas, kecuali oleh
vendor program tersebut. Sedangkan
software yang
Open Source, dapat didistribusikan secara bebas oleh siapapun. Paket program juga dapat digandakan secara bebas.
Tujuan
Open Source sebenarnya adalah ingin menghilangkan ketergantungan terhadap
vendor program, dimana vendor bisa saja bertindak seenaknya. Dalam program yang
Closed Source, vendor bisa saja menyisipkan kode-kode yang mungkin dapat membahayakan pengguna program, dan menghilangkan privasi pengguna.
Selain itu,
Open Source juga bertujuan menyediakan
software yang mudah dijangkau oleh masyarakat luas, dan menghindari pengerukan keuntungan yang berlebihan oleh
vendor.
Bagi kalangan IT khususnya di Indonesia, dengan adanya
software yang
Open Source
dapat mendorong semangat untuk mengembangkan program bagi tenaga-tenaga
TI di Indonesia. Sebab dengan mempelajari kode program, dapat dianalisa
dimana kelemahan program, apa sesungguhnya proses yang berlangsung
dalam kerja program, dan sekaligus mencari solusi terhadap kelemahan
program yang ditemui. Atau yang lebih
extreme nya lagi adalah memodifikasi program sedemikian rupa agar lebih
ergonomis / pas digunakan sesuai dengan keperluan.
Sebagai tenaga yang bergerak di bidang TI, tentunya kita tidak boleh hanya menjadi
End User
yang hanya mampu memanfaatkan hasil kerja orang lain. Sebab dengan
demikian sampai selama-lamanya bidang TI kita akan tertinggal dari
negara-negara lain. Kalau hanya ingin menjadi
End User, untuk
apa kita susah-susah membuang waktu dan biaya yang tidak sedikit untuk
menjadi S.Kom, dan sebagainya ? Kalau memang hanya ingin menjadi
End User lebih efektif dan efisien mengikuti kursus.
Hal inilah yang masih belum disadari oleh kebanyakan pengajar maupun
mahasiswa bidang Teknologi Informasi di Indonesia. Seorang S.Kom bukan
dipersiapkan untuk menjadi pengguna, melainkan dipersiapkan untuk
menjadi Analis Sistem yang dapat merancang baik
software maupun
hardware. Dengan menggunakan program yang
Open Source bukankah telah terbuka jalan yang sangat lebar untuk menuju ke arah tersebut ?
Dengan mempelajari kode program yang
Open Source kita dapat menganalisa teknik yang digunakan dalam pembuatan
software tersebut, yang nantinya pengetahuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk merancang aplikasi yang berguna.
Harus diakui bahwa jika kita bekerja sebagai
Software Developer yang
Open Source, akan mengurangi jumlah pendapatan yang akan diterima jika dibandingkan dengan
Software Developer yang
Closed Source, sebab
software yang kita buat dapat di distribusikan secara bebas oleh orang lain tanpa membayar lisensi kepada kita.
Namun, ada yang jauh lebih berarti dibandingkan dengan uang tersebut. Yaitu Perbuatan Amal. Dengan mengeluarkan program yang
Open Source,
dimana pengguna dapat melihat, mempelajari, dan memodifikasi Kode
Program, dapat dibayangkan berapa banyak orang yang memperoleh
pengetahuan dari program kita, berapa banyak mahasiswa yang dapat
meningkatkan kemampuannya dengan mempelajari
software yang kita buat. Belum lagi umpan balik yang diberikan oleh pengguna
yang mengetahui kelemahan program kita dan memberikan solusinya, yang dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan kita.
Lagipula,
vendor seperti
RedHat yang selama ini bergerak sebagai
Software Developer yang
Open Source tidak menjadi bangkrut malahan semakin maju. Mengapa ? Sebab, pengguna yang awam dengan sistem komputer tetap akan menghubungi
vendor
program jika terjadi masalah dengan program. Karena mereka menganggap
bahwa vendor tentu lebih memahami programnya dibandingkan dengan teknisi
yang lain.
Namun, pilihan untuk mengikuti
Open Source atau tidak tetap bergantung pada diri kita masing-masing. Seandainya Anda berkeinginan menjadi
Software Developer yang kaya raya seperti
Bill Gates, mungkin Anda memilih menjadi
Software Developer yang
Closed Source.
Sebaliknya, jika Anda adalah seorang yang senang berbagi ilmu dan pengalaman tentunya Anda lebih senang menjadi
Software Developer yang
Open Source, namun itu tentunya kemungkinan kecil dapat menjadikan Anda sekaya
Bill Gates. Baik, pilihan tetap berada pada diri kita masing-masing.
2. Contoh program / Software dari Open Source ?

Penetrasi aplikasi
Open Source kian berkembang tiap
tahunnya. Aplikasi tersebut datang dan pergi dengan mudah dari komputer
tergantung keinginan pemiliknya. Namun, dari sekian banyak aplikasi
Open Source
yang mampir ke suatu komputer, ada beberapa aplikasi yang tempatnya tak
tergantikan dan tetap menjadi pilihan utama pengguna komputer. Nah,
aplikasi tersebut adalah aplikasi yang dinilai paling favorit dan layak
dipilih sebagai aplikasi Open Source terbaik saat ini.
Salah satu yang membuat daftar aplikasi
Open Source terbaik selama tahun 2007 adalah
Softpedia.
Situs ini memilih aplikasi Open Source yang terbaik bukan atas dasar
“siapa yang terbaik dan terburuk” namun lebih didasarkan atas “siapa
yang paling banyak digunakan dan keberadaannya dirasa sangat membantu
pengguna komputer” pada tahun 2007 itu. Hal tersebut pasti berbeda
dengan tahun sekarang, seiring berkembangnya teknologi informasi
sekarang ini.
Salah satu aplikasi yang menjadi finalis dalam daftar tersebut adalah
GIMP alias GNU Image Manipulation Program. Ini merupakan aplikasi yang
digunakan untuk edit dan rekayasa
image. GIMP tidak hanya bisa
dijalankan di satu sistem operasi sehingga membuatnya menjadi salah satu
aplikasi penting, terutama bagi yang bergelut dengan
image setiap harinya.
Selanjutnya ada
Open Office dan
Firefox. Untuk kedua aplikasi ini, keberadaanya di ranah
Open Source juga tak terbantahkan.
Open Office menjadi bagian penting untuk aplikasi perkantoran, sedangkan
Firefox kian mengambil hati pengguna internet sebagai browser pilihan.
Berikut adalah 10 finalis aplikasi
Open Source terbaik versi
Softpedia pada tahun 2007 :
- GIMP
- Mplayer
- Amarok
- Pidgin
- OpenOffice.org
- Wine
- K3b
- Firefox
- Thunderbird
- Filezilla
Softpedia mengakui masih banyaknya aplikasi
Open Source
lain yang juga layak disebut sebagai yang terbaik dalam daftar
tersebut. Namun mereka beralasan, pemilihan daftar diatas didasarkan
atas mereka yang terbaik di tiap kategorinya (
detikinet.com).
Jika kita
browsing di
Internet dengan kata kunci
open source maka akan ditampilkan daftar beberapa situs yang memuat
software bersifat
open source. Masing-masing situs berbeda dalam menyajikan
software yang dapat didownload secara gratis tersebut.
Software
tersebut juga dikelompokkan berdasarkan kategori, sebagai bahan
pembanding berikut ini diambil dari salah satu situs yang memuat
software berdasarkan kategori :
- Database : Tuxx Racer, KeePass Password Save
– Desktop : GNU/Win32, KeePass Password Save
– Development : Dev-C++, ZK – Ajax but no Javascript
– Enterprise : Compiere ERP + CRM Business Solution, JasperReports – Java Reporting
– Games : ZSNES, KoLmafia
– Multimedia : Weka–Machine Learning Software in Java, ZK – Ajax but no JavaScript
– Networking : FileZilla
– Security : Eraser, KeePass Password Safe
– Hardware : Tcl, Open HPI
– SysAdmin : TightVNC, phpMyAdmin
– VoIP : trixbox, freePBX
– CMS : Atutor, os-Commerce, Joomla, Mambo, Moodle
3. Defenisi Open Source ?
Software yang didistribusikan dengan biaya rendah dan
souce code nya dapat dilihat, dimodifikasi,dan didistribusi ulang.
a. Free Redistribusion
Dengan adanya
lisence maka tidak membutuhkan royalti pada distribusi
source code.
b. Source Code
Program harus melibatkan
source code dan harus dapat didistribusikan dalam
compiled form sehingga dapat dijalankan pada semua program.
c. Denved Warks
Lisence harus dapat dimodifikasi dan didistribusi ulang.
d. No Descrimitatio Againts Persons Or Groups
License tidak boleh ada pembatasan antara perseorangan atau kelompok.
e. License Must Not Be specific to a product
Hak cipta pembuatan program tidak boleh tergantung pada distribusi
software.
f. License Must Not Restrict Other Software
License tidak boleh pembatasan pada distribusi
lisenced software.
g. Lisence Must be Tecnology Neutral
Tidak ada ketetapan
lisence pada teknologi individual atau bentuk
interface .
Perbandingan antara
Close Source Software (CSS) dengan
Open Source Software (OSS) :
-> CSS
- Dikembangkan oleh perusahaan dan tim pengembang untuk mendapatkan keuntungan.
– Sentralisasi digunakan hanya untuk satu situs.
– Saran pengguna belum tentu di implementasikan.
–
Software tidak selalu diperbaharui.
– Tidak dapat dimodifikasi
source code.
-> OSS
- Dikembangkan oleh sukarelawan untuk berbagi pegetahuan.
– Desentralisasi, distribusi dapat digunakan pada beberapa situs.
– Saran pengguna dapat langsung diterapkan.
–
Software dapat diperbarui setiap hari atau setiap minggu.
– Kemampuan untuk memodifikasi
source code.
Berbeda antara
Software yang
free dengan
freedom seperti
LINUX,
software ini tidak
free (gratis untuk mendapatkannya) tetapi
freedom (bebas) arti bebas ialah dapat didistribusikan ulang, dapat dibuat
code tambahan atau bentuk juga menunya jika mampu.
4. Aturan-aturan dalam Open Source ?
a. Pendistribusian Ulang Secara Cuma-Cuma
Lisensi tersebut tidak akan menghalangi pihak manapun dalam menjual atau memberikan
software tersebut sebagai sebuah komponen dari suatu distribusi
agregat software
yang mencakup program-program dari beberapa sumber yang berbeda.
Lisensi itu juga tidak memerlukan sebuah royalti atau biaya lain untuk
penjualan tertentu.
b. Kode Sumber
Program tersebut harus meliputi kode sumber dan mengijinkan distribusi
dalam bentuk kode sumber maupun bentuk jadi. Jika bentuk dari suatu
produk tidak didistribusikan dengan kode sumber, sebuah sarana publikasi
yang baik harus disediakan untuk memperoleh kode sumber tersebut dengan
biaya reproduksi yang masuk akal, atau memindahkan dari internet tanpa
biaya. Kode sumber tersebut harus dalam bentuk-bentuk yang diinginkan
sehingga
programmer dapat memodifikasi program itu. Kode sumber
yang disengaja dibuat untuk memperdaya tidak diijinkan. Bentuk-bentuk
lanjutan seperti keluaran dari sebuah
processor atau
translator tidak diijinkan.
c. Karya-karya Bentukan
Lisensi tersebut harus memperbolehkan, karya-karya modifikasi atau
bentukan, dan mengijinkannya untuk didistribusikan dalam bentuk yang ama
seperti lisensi
software asalnya.
d. Integritas Pencipta Kode Sumber
Lisensi tersebut dapat membatasi pendistribusian kode sumber dalam
bentuk modifikasi hanya jika lisensi itu mengijinkan pendistribusian
dalam bentuk “
patch files” (potongan; menempel; tidak
seluruhnya) dengan kode sumber dengan tujuan memodifikasi program
tersebut pada masa pembuatan. Lisensi itu secara tertulis/tersurat harus
memperbolehkan pendistribusian
software yang dibuat dari
modifikasi kode sumber. Lisensi tersebut mungkin memerlukan
pekerjaan-pekerjaan bentukan untuk membawa nama atau versi yang berbeda
dari
software asal.
e. Tidak Adanya Diskriminasi Terhadap Individu Atau Kelompok
Lisensi tersebut tidak diperbolehkan menciptakan diskriminasi terhadap orang secara personal atau perkelompok.
f. Tidak Adanya Diskriminasi Terhadap Bidang-bidang Pemberdayaan
Lisensi tersebut tidak boleh membatasi seseorang dari menggunakan
program itu dalam suatu bidang pemberdayaan tertentu. Sebagai contoh,
tidak ada pembatasan program tersebut terhadap penggunaan dalam bidang
bisnis, atau terhadap pemanfaatan dalam bidang riset genetik.
g. Pendistibusian lisensi
Hak-hak yang dicantumkan pada program tersebut harus dapat diterapkan
pada semua yang menerima tanpa perlu dikeluarkannya lisensi tambahan
oleh pihak-pihak tersebut.
h. Lisensi Tersebut Tidak Diperbolehkan Bersifat Spesifik Terhadap Suatu Produk
Hak-hak yang tercantum pada program tidak boleh tergantung pada keadaan program yang merupakan bagian dari suatu distribusi
software
tertentu. Jika program disarikan dari distribusi tersebut dan digunakan
atau didistribusikan di dalam bentuk-bentuk lisensi program itu, semua
pihak yang menerima harus memiliki hak yang sama seperti mereka yang
dijamin dalam hubungan dengan pendistribusian
software asal.
i. Lisensi Tersebut Tidak Diperbolehkan Membatasi Software Lain
Lisensi itu tidak boleh menempatkan pembatas bagi
software
lain. Sebagai contoh, lisensi itu tidak boleh memaksakan bahwa program
lain yang didistribusikan pada media yang sama harus bersifat
open source.
j. Lisensi Harus Menjadi Teknologi Sentral
Tidak ada ketetapan terhadap lisensi yang mungkin mengarah ke siapapun atau teknologi alat penghubung.
5. Macam-Macam Lisensi
a.
Freeware, artinya
software tersebut gratis untuk digunakan, Anda tidak bisa melihat
source code software tersebut, biasanya disertai syarat tidak boleh memodifikasi
software tersebut. Ada pula yang disertai syarat harus untuk kepentingan non-komersial. Tetapi syarat mutlak sebuah
software disebut
freeware adalah tanpa batasan jumlah dan waktu pemakaian.
b.
Shareware, artinya
software tersebut dapat didownload dan digunakan pengguna hanya untuk dicoba. Jika pengguna merasa
softwarenya bagus, maka diharuskan membeli.
Shareware sering dibatasi lamanya waktu pakai (misalnya trial 30 hari), atau jumlah
software tersebut dijalankan (misalnya 30x), atau
feature-feature tertentu yang tidak bisa diakses. Sesudah masa ujicobanya berakhir,
software bisa saja terkunci atau bisa saja tetap berfungsi sebagaimana mestinya.
c.
Adware, artinya
software tersebut gratis, tetapi ada iklan yang muncul ketika dijalankan. Iklan dapat muncul baik pada saat
start, atau muncul di sela-sela penggunaan.
d.
Open Source, artinya
software yang
source code-nya dibuka ke publik, Anda bisa memodifikasi dan mendistribusikan atau mempublikasikan
source code hasil modifikasi dengan syarat-syarat tertentu, misalnya dengan tetap mempertahankan nama
softwarenya.
6. Lisensi-lisensi yang telah disertifikasi oleh Open Source Organization
Dan berikut ini
software gratis dan
open source terbaik yang telah disertifikasi oleh
Open Source Organisasi ;
a. Browser Gratis Terbaik
Browser ini yang kita butuhkan setiap kali membuka halaman di internet, search di
Google, membaca
email di
Yahoo Mail, baik di
windows maupun di
linux, pilihan jatuh pada
Mozilla Firefox (bisa berjalan di
Windows atau
Linux).
b. Antivirus Gratis Terbaik
Antivirus penting sekali untuk menjaga komputer Anda dari serangan
virus yang mematikan atau memperlambat sistem komputer Anda. di waktu yang lalu
tutorialgratis.net pernah mendaftar urutan antivirus terbaik. Pilihan antivirus gratis terbaik untuk
Windows adalah
Avira AntiVir Personal. Sedangkan untuk
linux adalah
F-Prot Antivirus for
Linux Workstations atau
avast! Linux Home Edition.
c. Office Gratis Terbaik (Word Processor, Spread sheet, Presentation)
Untuk urusan
Office Gratis terbaik, pilihan jatuh pada
OpenOffice.Org. Fungsinya mirip
Microsoft Word, Microsoft Excell, dan
Microsoft PowerPoint, tetapi yang ini gratis dan
Open Source.
d. Editor Gambar Bitmap Gratis Terbaik
Untuk yang hoby mengutak-atik gambar seperti mengatur pencahayaan,
menggabungkan dua buah gambar, dan sebagainya, biasanya orang banyak
menggunakan
Adobe Photoshop. Software pengolah gambar
bitmap yang terbaik dan gratis adalah
GIMP (
GNU Image Manipulation Program) yang bisa di download di
Windows atau
Linux.
e. Editor Gambar Vector Gratis Terbaik
Fungsinya mirip
CorelDraw, kita bisa membuat dan mengedit gambar
vektor yang tersusun atas garis-garis dan bidang.
Software Vector Editor yang terbaik dan gratis (
Open Source) adalah
Inkscape. Juga bisa di pakai di
Windows atau
Linux.
f. Media Player Gratis Terbaik
Fungsinya buat memainkan video, musik, lagu,
file-file audio seperti MP3, WAV, dan sebagainya. Untuk
software Media Player terbaik di
Windows adalah
Winamp. Untuk
linux,
media player terbaik adalah
GeeXboX.
g. Audio Editor Gratis Terbaik
Dengan
software audio editor, kita bisa mengedit
file audio, seperti menambah
echo, menggabungkan vokal dengan musik, membuat
jingle atau
spot iklan radio, dan sebagainya.
Software audio editor gratis terbaik di
Windows dan
Linux adalah
Audacity yang bisa dijalankan di
Windows atau
Linux.
h. Video Editor Gratis Terbaik
Software Video Editor digunakan untuk mengedit video, seperti potong-memotong,
filter,
encoding, dan lain-lain.
Software Video Editor terbaik yang gratis adalah
Avidemux yang bisa dijalankan di
Windows atau
Linux.
i. FTP Gratis Terbaik
Program ini digunakan untuk men
transfer file ke sebuah
server lewat
internet. Program ini sering digunakan oleh
webmaster untuk men
transfer file-filenya ke
web server. Program FTP yang
open source adalah
FileZilla (bisa dijalankan di
Windows atau
Linux).
j. Program Mail Client Gratis Terbaik
Program ini digunakan untuk membaca
email dari
desktop (IMAP, POP, atau HTML). Di lingkungan
Windows, program
mail client terbaik adalah
Mozilla Thunderbird. Di
Linux, program
mail client gratis terbaik adalah
Evolution.
k. Program Kompresi Gratis Terbaik
Program ini berfungsi untuk memperkecil ukuran
file tanpa menghilangkan data (seperti WinZip atau WinRAR). Di
Windows, program kompresi yang gratis terbaik (
freeware) adalah 7-Zip , sedangkan di
Linux, program kompresi yang terbaik dengan adalah p7zip (LGPL) dan PeaZip (GPL).
l. Program Download Accelerator Gratis Terbaik
Buat yang suka mendownload
file dari internet, program ini sangat diperlukan, karena bisa mempercepat download hingga 3 kali lipat. Di
Windows, program download
accelarator terbaik dengan lisensi GPL adalah
Free Download Manager. Di
Linux, program download
accelerator terbaik dengan lisensi GPL adalah
QuickDownloader. Penulis juga merekomendasikan
Add-Ons FireFox DownThemAll, karena jika menggunakan FireFox dan
Add-Ons tersebut, kita tidak perlu menginstall
software tambahan.
7. Keuntungan dan Kekurangan Menggunakan Open Source
Keuntungan yang bisa didapatkan dari produk
opensource mungkin merupakan
software
yang dapat diambil tanpa dipungut biaya (gratis). Namun beberapa
diantaranya terdapat produk komersil yang juga mengandalkan fungsi dari
open source, salah satunya adalah
Microsoft Internet Explorer. Beberapa keuntungan yang didapatkan dengan menggunakan
software yang
open source diantaranya:
• Legal
Menurut informasi yang ada Indonesia menempati posisi ke-4 negara
pembajak terbesar didunia. Hal ini mengakibatkan posisi tawar-menawar di
Indonesia sangat lemah didunia perdagangan, sekaligus menuai kecaman
dari Negara-negara lainnya. Dengan adanya
Open Source dan kelegalannya, pembajakan
software di Indonesia dapat berkurang drastic dari 80% hingga 0%.
• Penyelaman Devisa Negara
Software yang banyak dipakai untuk mengetik harganya adalah US$
600. Untuk perbandingan, harga laptop adalah sekitar US$ 435 . Dan
pendapatan per kapita/bulan adalah hanya sekitar US$ 134. Dengan
menggunakan solusi berbasis
Open Source, maka dapat dilakukan
penghematan devisa negara secara signifikan. Kemudian dana tersebut
dapat dialokasikan ke usaha-usaha untuk kesejahteraan rakyat.
• Keamanan Negara atau Perusahaan
Di tahun 1982 pernah terjadi ledakan dahsyat di saluran pipa gas Uni
soviet di Siberia. Kekuatan ledakan tersebut sekitar 3 kiloton atau 25%
dari kekuatan bom atom Hiroshima. Setelah 16 tahun kemudian baru
diketahui oleh public bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh
software computer proprietary / tertutup yang telah diubah oleh CIA. Dengan menggunakan
software Open source, kita dapat menghindari dari bahaya semacam ini karena bisa dilakukan audit terhadap kode programnya.
• Keamanan Sistem
Jika bicara mengenai keamanan
computer, tentu banyak sekali celah / lubang-lubang keamanan yang bisa di tembus pada
software. Terutama jika
software itu tidak memiliki keamanan yang cukup untuk membentengi dirinya dari serangan virus. Pada
software proprietary
atau tertutup sangat sulit untuk dapat benar-benar yakin dengan
keamanannya, karena kita tidak tahu apa yang ada didalamnya. Selain itu
sering kali sulit untuk mendapatkan solusinya. Sebagai contoh, terdapat
security hole pada
Microsoft Internet Explorer yang sudah diketahi semenjak tahun 2002 namun masih belum di ketemukan solusinya. Contoh lain, sebuah Komputer dengan
OS Microsoft Windows 2000 yang kemudian disambungkan ke
Internet dapat terserang virus dalam waktu 10 menit atau kurang. Lalu di tahun 2006,
Internet Explorer tidak aman lagi digunakan selama 284 hari karena system yang tidak aman.

Kelemahan dan kekurangan menggunakan
software Open Source, sebagai berikut :
• Tidak adanya jaminan bahwa pengembangan dari suatu software akan berlanjut.
Dengan kata lain, pengguna tidak dapat mengetahui apakah suatu proyek
akan terus berlanjut atau tidak, meskipun berlanjut mungkin hanya
sementara dan kemudian mati setelah tidak banyak lagi yang tertarik
dengan
software tersebut. tentu saja masalah ini dihadapi juga oleh software komersial tetapi lebih tajam tertuju pada
software open source, terutama bila suatu proyek dimulai tanpa dukungan dari satu atau beberapa komunitas yang cukup kuat.
• Banyaknya masalah berkaitan dengan hak atas kekayaan intelektual.
Masalah ini sangat penting karena beberapa negara telah menerima hak paten atas suatu
software dan algoritma. sangat sulit mengetahui bahwa suatu metode yang digunakan untuk memperbaiki
bug pada
software telah dipatenkan, suatu komunitas bisa disalahkan berdasarkan hukum kekayaan intelektual tersebut.
• Adanya masalah eksistensi dan status.
Sangat sedikit pengiklan yang ingin mempromosikan produknya pada
software open source terutama bila proyek tersebut tidak didukung
company yang kuat. masalah kurangnya pelayanan
support dll., sangat penting bagi pengguna awan sehingga mengurangi ketertarikan mereka akan produk
open source
SISTEM OPERASI JARINGAN
Open Source dan Closed Source
1. Apa itu Open Source dan apa itu Closed Source ?
Open source merupakan cara pengembangan/distribusi
software yang membolehkan siapapun memperoleh, mengubah, dan mendistribusi ulang
software tersebut.
Jika diartikan menurut arti kata,
Open Source dalam bahasa Indonesia berarti Kode Terbuka. Kode yang dimaksud disini bukanlah kode
morse,
ataupun kode barang, tetapi kode yang dimaksud disini adalah Kode
Program. Kode Program yang dimaksud adalah perintah-perintah yang
diketikkan berdasarkan logika yang benar.
Suatu program dengan lisensi
Open Source berarti program
tersebut membuka Kode Programnya bagi siapa saja yang ingin
mempelajarinya, caranya dengan menyertakan kode program bersama dengan
distribusi paket program yang sudah jadi (hasil kompilasi). Dengan
penyertaan kode program tersebut, pembeli atau pengguna program dapat
membedah program tersebut, melakukan modifikasi sesuai dengan
kebutuhannya, bahkan memperbaiki
Bug atau kesalahan logika dalam program tersebut. Contoh program yang
Open Source adalah
Linux. Dalam setiap distribusinya
vendor Linux juga menyertakan Kode Program
Linux.
Satu hal yang perlu ditekankan adalah bahwa program /
software yang
Open Source
tidak selalu tersedia secara gratis. Tetap ada biaya yang dikeluarkan
untuk membeli program tersebut. Contoh, misalnya Sistem Operasi
RedHat Linux, program Linuxnya tetap dibeli dengan harga yang murah. Lalu, apa bedanya
Open Source dengan
Closed Source.
Pada program yang
Closed Source, paket program tidak dapat didistribusikan lagi selain oleh pembuat /
vendor program tersebut. Jika ada distribusi yang bukan oleh
vendor program tersebut, maka itu dianggap sebagai pembajakan
software. Atau dengan kata lain program yang
Closed Source tidak dapat didistribusikan secara bebas, kecuali oleh
vendor program tersebut. Sedangkan
software yang
Open Source, dapat didistribusikan secara bebas oleh siapapun. Paket program juga dapat digandakan secara bebas.
Tujuan
Open Source sebenarnya adalah ingin menghilangkan ketergantungan terhadap
vendor program, dimana vendor bisa saja bertindak seenaknya. Dalam program yang
Closed Source, vendor bisa saja menyisipkan kode-kode yang mungkin dapat membahayakan pengguna program, dan menghilangkan privasi pengguna.
Selain itu,
Open Source juga bertujuan menyediakan
software yang mudah dijangkau oleh masyarakat luas, dan menghindari pengerukan keuntungan yang berlebihan oleh
vendor.
Bagi kalangan IT khususnya di Indonesia, dengan adanya
software yang
Open Source
dapat mendorong semangat untuk mengembangkan program bagi tenaga-tenaga
TI di Indonesia. Sebab dengan mempelajari kode program, dapat dianalisa
dimana kelemahan program, apa sesungguhnya proses yang berlangsung
dalam kerja program, dan sekaligus mencari solusi terhadap kelemahan
program yang ditemui. Atau yang lebih
extreme nya lagi adalah memodifikasi program sedemikian rupa agar lebih
ergonomis / pas digunakan sesuai dengan keperluan.
Sebagai tenaga yang bergerak di bidang TI, tentunya kita tidak boleh hanya menjadi
End User
yang hanya mampu memanfaatkan hasil kerja orang lain. Sebab dengan
demikian sampai selama-lamanya bidang TI kita akan tertinggal dari
negara-negara lain. Kalau hanya ingin menjadi
End User, untuk
apa kita susah-susah membuang waktu dan biaya yang tidak sedikit untuk
menjadi S.Kom, dan sebagainya ? Kalau memang hanya ingin menjadi
End User lebih efektif dan efisien mengikuti kursus.
Hal inilah yang masih belum disadari oleh kebanyakan pengajar maupun
mahasiswa bidang Teknologi Informasi di Indonesia. Seorang S.Kom bukan
dipersiapkan untuk menjadi pengguna, melainkan dipersiapkan untuk
menjadi Analis Sistem yang dapat merancang baik
software maupun
hardware. Dengan menggunakan program yang
Open Source bukankah telah terbuka jalan yang sangat lebar untuk menuju ke arah tersebut ?
Dengan mempelajari kode program yang
Open Source kita dapat menganalisa teknik yang digunakan dalam pembuatan
software tersebut, yang nantinya pengetahuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk merancang aplikasi yang berguna.
Harus diakui bahwa jika kita bekerja sebagai
Software Developer yang
Open Source, akan mengurangi jumlah pendapatan yang akan diterima jika dibandingkan dengan
Software Developer yang
Closed Source, sebab
software yang kita buat dapat di distribusikan secara bebas oleh orang lain tanpa membayar lisensi kepada kita.
Namun, ada yang jauh lebih berarti dibandingkan dengan uang tersebut. Yaitu Perbuatan Amal. Dengan mengeluarkan program yang
Open Source,
dimana pengguna dapat melihat, mempelajari, dan memodifikasi Kode
Program, dapat dibayangkan berapa banyak orang yang memperoleh
pengetahuan dari program kita, berapa banyak mahasiswa yang dapat
meningkatkan kemampuannya dengan mempelajari
software yang kita buat. Belum lagi umpan balik yang diberikan oleh pengguna
yang mengetahui kelemahan program kita dan memberikan solusinya, yang dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan kita.
Lagipula,
vendor seperti
RedHat yang selama ini bergerak sebagai
Software Developer yang
Open Source tidak menjadi bangkrut malahan semakin maju. Mengapa ? Sebab, pengguna yang awam dengan sistem komputer tetap akan menghubungi
vendor
program jika terjadi masalah dengan program. Karena mereka menganggap
bahwa vendor tentu lebih memahami programnya dibandingkan dengan teknisi
yang lain.
Namun, pilihan untuk mengikuti
Open Source atau tidak tetap bergantung pada diri kita masing-masing. Seandainya Anda berkeinginan menjadi
Software Developer yang kaya raya seperti
Bill Gates, mungkin Anda memilih menjadi
Software Developer yang
Closed Source.
Sebaliknya, jika Anda adalah seorang yang senang berbagi ilmu dan pengalaman tentunya Anda lebih senang menjadi
Software Developer yang
Open Source, namun itu tentunya kemungkinan kecil dapat menjadikan Anda sekaya
Bill Gates. Baik, pilihan tetap berada pada diri kita masing-masing.
2. Contoh program / Software dari Open Source ?

Penetrasi aplikasi
Open Source kian berkembang tiap
tahunnya. Aplikasi tersebut datang dan pergi dengan mudah dari komputer
tergantung keinginan pemiliknya. Namun, dari sekian banyak aplikasi
Open Source
yang mampir ke suatu komputer, ada beberapa aplikasi yang tempatnya tak
tergantikan dan tetap menjadi pilihan utama pengguna komputer. Nah,
aplikasi tersebut adalah aplikasi yang dinilai paling favorit dan layak
dipilih sebagai aplikasi Open Source terbaik saat ini.
Salah satu yang membuat daftar aplikasi
Open Source terbaik selama tahun 2007 adalah
Softpedia.
Situs ini memilih aplikasi Open Source yang terbaik bukan atas dasar
“siapa yang terbaik dan terburuk” namun lebih didasarkan atas “siapa
yang paling banyak digunakan dan keberadaannya dirasa sangat membantu
pengguna komputer” pada tahun 2007 itu. Hal tersebut pasti berbeda
dengan tahun sekarang, seiring berkembangnya teknologi informasi
sekarang ini.
Salah satu aplikasi yang menjadi finalis dalam daftar tersebut adalah
GIMP alias GNU Image Manipulation Program. Ini merupakan aplikasi yang
digunakan untuk edit dan rekayasa
image. GIMP tidak hanya bisa
dijalankan di satu sistem operasi sehingga membuatnya menjadi salah satu
aplikasi penting, terutama bagi yang bergelut dengan
image setiap harinya.
Selanjutnya ada
Open Office dan
Firefox. Untuk kedua aplikasi ini, keberadaanya di ranah
Open Source juga tak terbantahkan.
Open Office menjadi bagian penting untuk aplikasi perkantoran, sedangkan
Firefox kian mengambil hati pengguna internet sebagai browser pilihan.
Berikut adalah 10 finalis aplikasi
Open Source terbaik versi
Softpedia pada tahun 2007 :
- GIMP
- Mplayer
- Amarok
- Pidgin
- OpenOffice.org
- Wine
- K3b
- Firefox
- Thunderbird
- Filezilla
Softpedia mengakui masih banyaknya aplikasi
Open Source
lain yang juga layak disebut sebagai yang terbaik dalam daftar
tersebut. Namun mereka beralasan, pemilihan daftar diatas didasarkan
atas mereka yang terbaik di tiap kategorinya (
detikinet.com).
Jika kita
browsing di
Internet dengan kata kunci
open source maka akan ditampilkan daftar beberapa situs yang memuat
software bersifat
open source. Masing-masing situs berbeda dalam menyajikan
software yang dapat didownload secara gratis tersebut.
Software
tersebut juga dikelompokkan berdasarkan kategori, sebagai bahan
pembanding berikut ini diambil dari salah satu situs yang memuat
software berdasarkan kategori :
- Database : Tuxx Racer, KeePass Password Save
– Desktop : GNU/Win32, KeePass Password Save
– Development : Dev-C++, ZK – Ajax but no Javascript
– Enterprise : Compiere ERP + CRM Business Solution, JasperReports – Java Reporting
– Games : ZSNES, KoLmafia
– Multimedia : Weka–Machine Learning Software in Java, ZK – Ajax but no JavaScript
– Networking : FileZilla
– Security : Eraser, KeePass Password Safe
– Hardware : Tcl, Open HPI
– SysAdmin : TightVNC, phpMyAdmin
– VoIP : trixbox, freePBX
– CMS : Atutor, os-Commerce, Joomla, Mambo, Moodle
3. Defenisi Open Source ?
Software yang didistribusikan dengan biaya rendah dan
souce code nya dapat dilihat, dimodifikasi,dan didistribusi ulang.
a. Free Redistribusion
Dengan adanya
lisence maka tidak membutuhkan royalti pada distribusi
source code.
b. Source Code
Program harus melibatkan
source code dan harus dapat didistribusikan dalam
compiled form sehingga dapat dijalankan pada semua program.
c. Denved Warks
Lisence harus dapat dimodifikasi dan didistribusi ulang.
d. No Descrimitatio Againts Persons Or Groups
License tidak boleh ada pembatasan antara perseorangan atau kelompok.
e. License Must Not Be specific to a product
Hak cipta pembuatan program tidak boleh tergantung pada distribusi
software.
f. License Must Not Restrict Other Software
License tidak boleh pembatasan pada distribusi
lisenced software.
g. Lisence Must be Tecnology Neutral
Tidak ada ketetapan
lisence pada teknologi individual atau bentuk
interface .
Perbandingan antara
Close Source Software (CSS) dengan
Open Source Software (OSS) :
-> CSS
- Dikembangkan oleh perusahaan dan tim pengembang untuk mendapatkan keuntungan.
– Sentralisasi digunakan hanya untuk satu situs.
– Saran pengguna belum tentu di implementasikan.
–
Software tidak selalu diperbaharui.
– Tidak dapat dimodifikasi
source code.
-> OSS
- Dikembangkan oleh sukarelawan untuk berbagi pegetahuan.
– Desentralisasi, distribusi dapat digunakan pada beberapa situs.
– Saran pengguna dapat langsung diterapkan.
–
Software dapat diperbarui setiap hari atau setiap minggu.
– Kemampuan untuk memodifikasi
source code.
Berbeda antara
Software yang
free dengan
freedom seperti
LINUX,
software ini tidak
free (gratis untuk mendapatkannya) tetapi
freedom (bebas) arti bebas ialah dapat didistribusikan ulang, dapat dibuat
code tambahan atau bentuk juga menunya jika mampu.
4. Aturan-aturan dalam Open Source ?
a. Pendistribusian Ulang Secara Cuma-Cuma
Lisensi tersebut tidak akan menghalangi pihak manapun dalam menjual atau memberikan
software tersebut sebagai sebuah komponen dari suatu distribusi
agregat software
yang mencakup program-program dari beberapa sumber yang berbeda.
Lisensi itu juga tidak memerlukan sebuah royalti atau biaya lain untuk
penjualan tertentu.
b. Kode Sumber
Program tersebut harus meliputi kode sumber dan mengijinkan distribusi
dalam bentuk kode sumber maupun bentuk jadi. Jika bentuk dari suatu
produk tidak didistribusikan dengan kode sumber, sebuah sarana publikasi
yang baik harus disediakan untuk memperoleh kode sumber tersebut dengan
biaya reproduksi yang masuk akal, atau memindahkan dari internet tanpa
biaya. Kode sumber tersebut harus dalam bentuk-bentuk yang diinginkan
sehingga
programmer dapat memodifikasi program itu. Kode sumber
yang disengaja dibuat untuk memperdaya tidak diijinkan. Bentuk-bentuk
lanjutan seperti keluaran dari sebuah
processor atau
translator tidak diijinkan.
c. Karya-karya Bentukan
Lisensi tersebut harus memperbolehkan, karya-karya modifikasi atau
bentukan, dan mengijinkannya untuk didistribusikan dalam bentuk yang ama
seperti lisensi
software asalnya.
d. Integritas Pencipta Kode Sumber
Lisensi tersebut dapat membatasi pendistribusian kode sumber dalam
bentuk modifikasi hanya jika lisensi itu mengijinkan pendistribusian
dalam bentuk “
patch files” (potongan; menempel; tidak
seluruhnya) dengan kode sumber dengan tujuan memodifikasi program
tersebut pada masa pembuatan. Lisensi itu secara tertulis/tersurat harus
memperbolehkan pendistribusian
software yang dibuat dari
modifikasi kode sumber. Lisensi tersebut mungkin memerlukan
pekerjaan-pekerjaan bentukan untuk membawa nama atau versi yang berbeda
dari
software asal.
e. Tidak Adanya Diskriminasi Terhadap Individu Atau Kelompok
Lisensi tersebut tidak diperbolehkan menciptakan diskriminasi terhadap orang secara personal atau perkelompok.
f. Tidak Adanya Diskriminasi Terhadap Bidang-bidang Pemberdayaan
Lisensi tersebut tidak boleh membatasi seseorang dari menggunakan
program itu dalam suatu bidang pemberdayaan tertentu. Sebagai contoh,
tidak ada pembatasan program tersebut terhadap penggunaan dalam bidang
bisnis, atau terhadap pemanfaatan dalam bidang riset genetik.
g. Pendistibusian lisensi
Hak-hak yang dicantumkan pada program tersebut harus dapat diterapkan
pada semua yang menerima tanpa perlu dikeluarkannya lisensi tambahan
oleh pihak-pihak tersebut.
h. Lisensi Tersebut Tidak Diperbolehkan Bersifat Spesifik Terhadap Suatu Produk
Hak-hak yang tercantum pada program tidak boleh tergantung pada keadaan program yang merupakan bagian dari suatu distribusi
software
tertentu. Jika program disarikan dari distribusi tersebut dan digunakan
atau didistribusikan di dalam bentuk-bentuk lisensi program itu, semua
pihak yang menerima harus memiliki hak yang sama seperti mereka yang
dijamin dalam hubungan dengan pendistribusian
software asal.
i. Lisensi Tersebut Tidak Diperbolehkan Membatasi Software Lain
Lisensi itu tidak boleh menempatkan pembatas bagi
software
lain. Sebagai contoh, lisensi itu tidak boleh memaksakan bahwa program
lain yang didistribusikan pada media yang sama harus bersifat
open source.
j. Lisensi Harus Menjadi Teknologi Sentral
Tidak ada ketetapan terhadap lisensi yang mungkin mengarah ke siapapun atau teknologi alat penghubung.
5. Macam-Macam Lisensi
a.
Freeware, artinya
software tersebut gratis untuk digunakan, Anda tidak bisa melihat
source code software tersebut, biasanya disertai syarat tidak boleh memodifikasi
software tersebut. Ada pula yang disertai syarat harus untuk kepentingan non-komersial. Tetapi syarat mutlak sebuah
software disebut
freeware adalah tanpa batasan jumlah dan waktu pemakaian.
b.
Shareware, artinya
software tersebut dapat didownload dan digunakan pengguna hanya untuk dicoba. Jika pengguna merasa
softwarenya bagus, maka diharuskan membeli.
Shareware sering dibatasi lamanya waktu pakai (misalnya trial 30 hari), atau jumlah
software tersebut dijalankan (misalnya 30x), atau
feature-feature tertentu yang tidak bisa diakses. Sesudah masa ujicobanya berakhir,
software bisa saja terkunci atau bisa saja tetap berfungsi sebagaimana mestinya.
c.
Adware, artinya
software tersebut gratis, tetapi ada iklan yang muncul ketika dijalankan. Iklan dapat muncul baik pada saat
start, atau muncul di sela-sela penggunaan.
d.
Open Source, artinya
software yang
source code-nya dibuka ke publik, Anda bisa memodifikasi dan mendistribusikan atau mempublikasikan
source code hasil modifikasi dengan syarat-syarat tertentu, misalnya dengan tetap mempertahankan nama
softwarenya.
6. Lisensi-lisensi yang telah disertifikasi oleh Open Source Organization
Dan berikut ini
software gratis dan
open source terbaik yang telah disertifikasi oleh
Open Source Organisasi ;
a. Browser Gratis Terbaik
Browser ini yang kita butuhkan setiap kali membuka halaman di internet, search di
Google, membaca
email di
Yahoo Mail, baik di
windows maupun di
linux, pilihan jatuh pada
Mozilla Firefox (bisa berjalan di
Windows atau
Linux).
b. Antivirus Gratis Terbaik
Antivirus penting sekali untuk menjaga komputer Anda dari serangan
virus yang mematikan atau memperlambat sistem komputer Anda. di waktu yang lalu
tutorialgratis.net pernah mendaftar urutan antivirus terbaik. Pilihan antivirus gratis terbaik untuk
Windows adalah
Avira AntiVir Personal. Sedangkan untuk
linux adalah
F-Prot Antivirus for
Linux Workstations atau
avast! Linux Home Edition.
c. Office Gratis Terbaik (Word Processor, Spread sheet, Presentation)
Untuk urusan
Office Gratis terbaik, pilihan jatuh pada
OpenOffice.Org. Fungsinya mirip
Microsoft Word, Microsoft Excell, dan
Microsoft PowerPoint, tetapi yang ini gratis dan
Open Source.
d. Editor Gambar Bitmap Gratis Terbaik
Untuk yang hoby mengutak-atik gambar seperti mengatur pencahayaan,
menggabungkan dua buah gambar, dan sebagainya, biasanya orang banyak
menggunakan
Adobe Photoshop. Software pengolah gambar
bitmap yang terbaik dan gratis adalah
GIMP (
GNU Image Manipulation Program) yang bisa di download di
Windows atau
Linux.
e. Editor Gambar Vector Gratis Terbaik
Fungsinya mirip
CorelDraw, kita bisa membuat dan mengedit gambar
vektor yang tersusun atas garis-garis dan bidang.
Software Vector Editor yang terbaik dan gratis (
Open Source) adalah
Inkscape. Juga bisa di pakai di
Windows atau
Linux.
f. Media Player Gratis Terbaik
Fungsinya buat memainkan video, musik, lagu,
file-file audio seperti MP3, WAV, dan sebagainya. Untuk
software Media Player terbaik di
Windows adalah
Winamp. Untuk
linux,
media player terbaik adalah
GeeXboX.
g. Audio Editor Gratis Terbaik
Dengan
software audio editor, kita bisa mengedit
file audio, seperti menambah
echo, menggabungkan vokal dengan musik, membuat
jingle atau
spot iklan radio, dan sebagainya.
Software audio editor gratis terbaik di
Windows dan
Linux adalah
Audacity yang bisa dijalankan di
Windows atau
Linux.
h. Video Editor Gratis Terbaik
Software Video Editor digunakan untuk mengedit video, seperti potong-memotong,
filter,
encoding, dan lain-lain.
Software Video Editor terbaik yang gratis adalah
Avidemux yang bisa dijalankan di
Windows atau
Linux.
i. FTP Gratis Terbaik
Program ini digunakan untuk men
transfer file ke sebuah
server lewat
internet. Program ini sering digunakan oleh
webmaster untuk men
transfer file-filenya ke
web server. Program FTP yang
open source adalah
FileZilla (bisa dijalankan di
Windows atau
Linux).
j. Program Mail Client Gratis Terbaik
Program ini digunakan untuk membaca
email dari
desktop (IMAP, POP, atau HTML). Di lingkungan
Windows, program
mail client terbaik adalah
Mozilla Thunderbird. Di
Linux, program
mail client gratis terbaik adalah
Evolution.
k. Program Kompresi Gratis Terbaik
Program ini berfungsi untuk memperkecil ukuran
file tanpa menghilangkan data (seperti WinZip atau WinRAR). Di
Windows, program kompresi yang gratis terbaik (
freeware) adalah 7-Zip , sedangkan di
Linux, program kompresi yang terbaik dengan adalah p7zip (LGPL) dan PeaZip (GPL).
l. Program Download Accelerator Gratis Terbaik
Buat yang suka mendownload
file dari internet, program ini sangat diperlukan, karena bisa mempercepat download hingga 3 kali lipat. Di
Windows, program download
accelarator terbaik dengan lisensi GPL adalah
Free Download Manager. Di
Linux, program download
accelerator terbaik dengan lisensi GPL adalah
QuickDownloader. Penulis juga merekomendasikan
Add-Ons FireFox DownThemAll, karena jika menggunakan FireFox dan
Add-Ons tersebut, kita tidak perlu menginstall
software tambahan.
7. Keuntungan dan Kekurangan Menggunakan Open Source
Keuntungan yang bisa didapatkan dari produk
opensource mungkin merupakan
software
yang dapat diambil tanpa dipungut biaya (gratis). Namun beberapa
diantaranya terdapat produk komersil yang juga mengandalkan fungsi dari
open source, salah satunya adalah
Microsoft Internet Explorer. Beberapa keuntungan yang didapatkan dengan menggunakan
software yang
open source diantaranya:
• Legal
Menurut informasi yang ada Indonesia menempati posisi ke-4 negara
pembajak terbesar didunia. Hal ini mengakibatkan posisi tawar-menawar di
Indonesia sangat lemah didunia perdagangan, sekaligus menuai kecaman
dari Negara-negara lainnya. Dengan adanya
Open Source dan kelegalannya, pembajakan
software di Indonesia dapat berkurang drastic dari 80% hingga 0%.
• Penyelaman Devisa Negara
Software yang banyak dipakai untuk mengetik harganya adalah US$
600. Untuk perbandingan, harga laptop adalah sekitar US$ 435 . Dan
pendapatan per kapita/bulan adalah hanya sekitar US$ 134. Dengan
menggunakan solusi berbasis
Open Source, maka dapat dilakukan
penghematan devisa negara secara signifikan. Kemudian dana tersebut
dapat dialokasikan ke usaha-usaha untuk kesejahteraan rakyat.
• Keamanan Negara atau Perusahaan
Di tahun 1982 pernah terjadi ledakan dahsyat di saluran pipa gas Uni
soviet di Siberia. Kekuatan ledakan tersebut sekitar 3 kiloton atau 25%
dari kekuatan bom atom Hiroshima. Setelah 16 tahun kemudian baru
diketahui oleh public bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh
software computer proprietary / tertutup yang telah diubah oleh CIA. Dengan menggunakan
software Open source, kita dapat menghindari dari bahaya semacam ini karena bisa dilakukan audit terhadap kode programnya.
• Keamanan Sistem
Jika bicara mengenai keamanan
computer, tentu banyak sekali celah / lubang-lubang keamanan yang bisa di tembus pada
software. Terutama jika
software itu tidak memiliki keamanan yang cukup untuk membentengi dirinya dari serangan virus. Pada
software proprietary
atau tertutup sangat sulit untuk dapat benar-benar yakin dengan
keamanannya, karena kita tidak tahu apa yang ada didalamnya. Selain itu
sering kali sulit untuk mendapatkan solusinya. Sebagai contoh, terdapat
security hole pada
Microsoft Internet Explorer yang sudah diketahi semenjak tahun 2002 namun masih belum di ketemukan solusinya. Contoh lain, sebuah Komputer dengan
OS Microsoft Windows 2000 yang kemudian disambungkan ke
Internet dapat terserang virus dalam waktu 10 menit atau kurang. Lalu di tahun 2006,
Internet Explorer tidak aman lagi digunakan selama 284 hari karena system yang tidak aman.

Kelemahan dan kekurangan menggunakan
software Open Source, sebagai berikut :
• Tidak adanya jaminan bahwa pengembangan dari suatu software akan berlanjut.
Dengan kata lain, pengguna tidak dapat mengetahui apakah suatu proyek
akan terus berlanjut atau tidak, meskipun berlanjut mungkin hanya
sementara dan kemudian mati setelah tidak banyak lagi yang tertarik
dengan
software tersebut. tentu saja masalah ini dihadapi juga oleh software komersial tetapi lebih tajam tertuju pada
software open source, terutama bila suatu proyek dimulai tanpa dukungan dari satu atau beberapa komunitas yang cukup kuat.
• Banyaknya masalah berkaitan dengan hak atas kekayaan intelektual.
Masalah ini sangat penting karena beberapa negara telah menerima hak paten atas suatu
software dan algoritma. sangat sulit mengetahui bahwa suatu metode yang digunakan untuk memperbaiki
bug pada
software telah dipatenkan, suatu komunitas bisa disalahkan berdasarkan hukum kekayaan intelektual tersebut.
• Adanya masalah eksistensi dan status.
Sangat sedikit pengiklan yang ingin mempromosikan produknya pada
software open source terutama bila proyek tersebut tidak didukung
company yang kuat. masalah kurangnya pelayanan
support dll., sangat penting bagi pengguna awan sehingga mengurangi ketertarikan mereka akan produk
open source
SISTEM OPERASI JARINGAN
Open Source dan Closed Source
1. Apa itu Open Source dan apa itu Closed Source ?
Open source merupakan cara pengembangan/distribusi
software yang membolehkan siapapun memperoleh, mengubah, dan mendistribusi ulang
software tersebut.
Jika diartikan menurut arti kata,
Open Source dalam bahasa Indonesia berarti Kode Terbuka. Kode yang dimaksud disini bukanlah kode
morse,
ataupun kode barang, tetapi kode yang dimaksud disini adalah Kode
Program. Kode Program yang dimaksud adalah perintah-perintah yang
diketikkan berdasarkan logika yang benar.
Suatu program dengan lisensi
Open Source berarti program
tersebut membuka Kode Programnya bagi siapa saja yang ingin
mempelajarinya, caranya dengan menyertakan kode program bersama dengan
distribusi paket program yang sudah jadi (hasil kompilasi). Dengan
penyertaan kode program tersebut, pembeli atau pengguna program dapat
membedah program tersebut, melakukan modifikasi sesuai dengan
kebutuhannya, bahkan memperbaiki
Bug atau kesalahan logika dalam program tersebut. Contoh program yang
Open Source adalah
Linux. Dalam setiap distribusinya
vendor Linux juga menyertakan Kode Program
Linux.
Satu hal yang perlu ditekankan adalah bahwa program /
software yang
Open Source
tidak selalu tersedia secara gratis. Tetap ada biaya yang dikeluarkan
untuk membeli program tersebut. Contoh, misalnya Sistem Operasi
RedHat Linux, program Linuxnya tetap dibeli dengan harga yang murah. Lalu, apa bedanya
Open Source dengan
Closed Source.
Pada program yang
Closed Source, paket program tidak dapat didistribusikan lagi selain oleh pembuat /
vendor program tersebut. Jika ada distribusi yang bukan oleh
vendor program tersebut, maka itu dianggap sebagai pembajakan
software. Atau dengan kata lain program yang
Closed Source tidak dapat didistribusikan secara bebas, kecuali oleh
vendor program tersebut. Sedangkan
software yang
Open Source, dapat didistribusikan secara bebas oleh siapapun. Paket program juga dapat digandakan secara bebas.
Tujuan
Open Source sebenarnya adalah ingin menghilangkan ketergantungan terhadap
vendor program, dimana vendor bisa saja bertindak seenaknya. Dalam program yang
Closed Source, vendor bisa saja menyisipkan kode-kode yang mungkin dapat membahayakan pengguna program, dan menghilangkan privasi pengguna.
Selain itu,
Open Source juga bertujuan menyediakan
software yang mudah dijangkau oleh masyarakat luas, dan menghindari pengerukan keuntungan yang berlebihan oleh
vendor.
Bagi kalangan IT khususnya di Indonesia, dengan adanya
software yang
Open Source
dapat mendorong semangat untuk mengembangkan program bagi tenaga-tenaga
TI di Indonesia. Sebab dengan mempelajari kode program, dapat dianalisa
dimana kelemahan program, apa sesungguhnya proses yang berlangsung
dalam kerja program, dan sekaligus mencari solusi terhadap kelemahan
program yang ditemui. Atau yang lebih
extreme nya lagi adalah memodifikasi program sedemikian rupa agar lebih
ergonomis / pas digunakan sesuai dengan keperluan.
Sebagai tenaga yang bergerak di bidang TI, tentunya kita tidak boleh hanya menjadi
End User
yang hanya mampu memanfaatkan hasil kerja orang lain. Sebab dengan
demikian sampai selama-lamanya bidang TI kita akan tertinggal dari
negara-negara lain. Kalau hanya ingin menjadi
End User, untuk
apa kita susah-susah membuang waktu dan biaya yang tidak sedikit untuk
menjadi S.Kom, dan sebagainya ? Kalau memang hanya ingin menjadi
End User lebih efektif dan efisien mengikuti kursus.
Hal inilah yang masih belum disadari oleh kebanyakan pengajar maupun
mahasiswa bidang Teknologi Informasi di Indonesia. Seorang S.Kom bukan
dipersiapkan untuk menjadi pengguna, melainkan dipersiapkan untuk
menjadi Analis Sistem yang dapat merancang baik
software maupun
hardware. Dengan menggunakan program yang
Open Source bukankah telah terbuka jalan yang sangat lebar untuk menuju ke arah tersebut ?
Dengan mempelajari kode program yang
Open Source kita dapat menganalisa teknik yang digunakan dalam pembuatan
software tersebut, yang nantinya pengetahuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk merancang aplikasi yang berguna.
Harus diakui bahwa jika kita bekerja sebagai
Software Developer yang
Open Source, akan mengurangi jumlah pendapatan yang akan diterima jika dibandingkan dengan
Software Developer yang
Closed Source, sebab
software yang kita buat dapat di distribusikan secara bebas oleh orang lain tanpa membayar lisensi kepada kita.
Namun, ada yang jauh lebih berarti dibandingkan dengan uang tersebut. Yaitu Perbuatan Amal. Dengan mengeluarkan program yang
Open Source,
dimana pengguna dapat melihat, mempelajari, dan memodifikasi Kode
Program, dapat dibayangkan berapa banyak orang yang memperoleh
pengetahuan dari program kita, berapa banyak mahasiswa yang dapat
meningkatkan kemampuannya dengan mempelajari
software yang kita buat. Belum lagi umpan balik yang diberikan oleh pengguna
yang mengetahui kelemahan program kita dan memberikan solusinya, yang dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan kita.
Lagipula,
vendor seperti
RedHat yang selama ini bergerak sebagai
Software Developer yang
Open Source tidak menjadi bangkrut malahan semakin maju. Mengapa ? Sebab, pengguna yang awam dengan sistem komputer tetap akan menghubungi
vendor
program jika terjadi masalah dengan program. Karena mereka menganggap
bahwa vendor tentu lebih memahami programnya dibandingkan dengan teknisi
yang lain.
Namun, pilihan untuk mengikuti
Open Source atau tidak tetap bergantung pada diri kita masing-masing. Seandainya Anda berkeinginan menjadi
Software Developer yang kaya raya seperti
Bill Gates, mungkin Anda memilih menjadi
Software Developer yang
Closed Source.
Sebaliknya, jika Anda adalah seorang yang senang berbagi ilmu dan pengalaman tentunya Anda lebih senang menjadi
Software Developer yang
Open Source, namun itu tentunya kemungkinan kecil dapat menjadikan Anda sekaya
Bill Gates. Baik, pilihan tetap berada pada diri kita masing-masing.
2. Contoh program / Software dari Open Source ?

Penetrasi aplikasi
Open Source kian berkembang tiap
tahunnya. Aplikasi tersebut datang dan pergi dengan mudah dari komputer
tergantung keinginan pemiliknya. Namun, dari sekian banyak aplikasi
Open Source
yang mampir ke suatu komputer, ada beberapa aplikasi yang tempatnya tak
tergantikan dan tetap menjadi pilihan utama pengguna komputer. Nah,
aplikasi tersebut adalah aplikasi yang dinilai paling favorit dan layak
dipilih sebagai aplikasi Open Source terbaik saat ini.
Salah satu yang membuat daftar aplikasi
Open Source terbaik selama tahun 2007 adalah
Softpedia.
Situs ini memilih aplikasi Open Source yang terbaik bukan atas dasar
“siapa yang terbaik dan terburuk” namun lebih didasarkan atas “siapa
yang paling banyak digunakan dan keberadaannya dirasa sangat membantu
pengguna komputer” pada tahun 2007 itu. Hal tersebut pasti berbeda
dengan tahun sekarang, seiring berkembangnya teknologi informasi
sekarang ini.
Salah satu aplikasi yang menjadi finalis dalam daftar tersebut adalah
GIMP alias GNU Image Manipulation Program. Ini merupakan aplikasi yang
digunakan untuk edit dan rekayasa
image. GIMP tidak hanya bisa
dijalankan di satu sistem operasi sehingga membuatnya menjadi salah satu
aplikasi penting, terutama bagi yang bergelut dengan
image setiap harinya.
Selanjutnya ada
Open Office dan
Firefox. Untuk kedua aplikasi ini, keberadaanya di ranah
Open Source juga tak terbantahkan.
Open Office menjadi bagian penting untuk aplikasi perkantoran, sedangkan
Firefox kian mengambil hati pengguna internet sebagai browser pilihan.
Berikut adalah 10 finalis aplikasi
Open Source terbaik versi
Softpedia pada tahun 2007 :
- GIMP
- Mplayer
- Amarok
- Pidgin
- OpenOffice.org
- Wine
- K3b
- Firefox
- Thunderbird
- Filezilla
Softpedia mengakui masih banyaknya aplikasi
Open Source
lain yang juga layak disebut sebagai yang terbaik dalam daftar
tersebut. Namun mereka beralasan, pemilihan daftar diatas didasarkan
atas mereka yang terbaik di tiap kategorinya (
detikinet.com).
Jika kita
browsing di
Internet dengan kata kunci
open source maka akan ditampilkan daftar beberapa situs yang memuat
software bersifat
open source. Masing-masing situs berbeda dalam menyajikan
software yang dapat didownload secara gratis tersebut.
Software
tersebut juga dikelompokkan berdasarkan kategori, sebagai bahan
pembanding berikut ini diambil dari salah satu situs yang memuat
software berdasarkan kategori :
- Database : Tuxx Racer, KeePass Password Save
– Desktop : GNU/Win32, KeePass Password Save
– Development : Dev-C++, ZK – Ajax but no Javascript
– Enterprise : Compiere ERP + CRM Business Solution, JasperReports – Java Reporting
– Games : ZSNES, KoLmafia
– Multimedia : Weka–Machine Learning Software in Java, ZK – Ajax but no JavaScript
– Networking : FileZilla
– Security : Eraser, KeePass Password Safe
– Hardware : Tcl, Open HPI
– SysAdmin : TightVNC, phpMyAdmin
– VoIP : trixbox, freePBX
– CMS : Atutor, os-Commerce, Joomla, Mambo, Moodle
3. Defenisi Open Source ?
Software yang didistribusikan dengan biaya rendah dan
souce code nya dapat dilihat, dimodifikasi,dan didistribusi ulang.
a. Free Redistribusion
Dengan adanya
lisence maka tidak membutuhkan royalti pada distribusi
source code.
b. Source Code
Program harus melibatkan
source code dan harus dapat didistribusikan dalam
compiled form sehingga dapat dijalankan pada semua program.
c. Denved Warks
Lisence harus dapat dimodifikasi dan didistribusi ulang.
d. No Descrimitatio Againts Persons Or Groups
License tidak boleh ada pembatasan antara perseorangan atau kelompok.
e. License Must Not Be specific to a product
Hak cipta pembuatan program tidak boleh tergantung pada distribusi
software.
f. License Must Not Restrict Other Software
License tidak boleh pembatasan pada distribusi
lisenced software.
g. Lisence Must be Tecnology Neutral
Tidak ada ketetapan
lisence pada teknologi individual atau bentuk
interface .
Perbandingan antara
Close Source Software (CSS) dengan
Open Source Software (OSS) :
-> CSS
- Dikembangkan oleh perusahaan dan tim pengembang untuk mendapatkan keuntungan.
– Sentralisasi digunakan hanya untuk satu situs.
– Saran pengguna belum tentu di implementasikan.
–
Software tidak selalu diperbaharui.
– Tidak dapat dimodifikasi
source code.
-> OSS
- Dikembangkan oleh sukarelawan untuk berbagi pegetahuan.
– Desentralisasi, distribusi dapat digunakan pada beberapa situs.
– Saran pengguna dapat langsung diterapkan.
–
Software dapat diperbarui setiap hari atau setiap minggu.
– Kemampuan untuk memodifikasi
source code.
Berbeda antara
Software yang
free dengan
freedom seperti
LINUX,
software ini tidak
free (gratis untuk mendapatkannya) tetapi
freedom (bebas) arti bebas ialah dapat didistribusikan ulang, dapat dibuat
code tambahan atau bentuk juga menunya jika mampu.
4. Aturan-aturan dalam Open Source ?
a. Pendistribusian Ulang Secara Cuma-Cuma
Lisensi tersebut tidak akan menghalangi pihak manapun dalam menjual atau memberikan
software tersebut sebagai sebuah komponen dari suatu distribusi
agregat software
yang mencakup program-program dari beberapa sumber yang berbeda.
Lisensi itu juga tidak memerlukan sebuah royalti atau biaya lain untuk
penjualan tertentu.
b. Kode Sumber
Program tersebut harus meliputi kode sumber dan mengijinkan distribusi
dalam bentuk kode sumber maupun bentuk jadi. Jika bentuk dari suatu
produk tidak didistribusikan dengan kode sumber, sebuah sarana publikasi
yang baik harus disediakan untuk memperoleh kode sumber tersebut dengan
biaya reproduksi yang masuk akal, atau memindahkan dari internet tanpa
biaya. Kode sumber tersebut harus dalam bentuk-bentuk yang diinginkan
sehingga
programmer dapat memodifikasi program itu. Kode sumber
yang disengaja dibuat untuk memperdaya tidak diijinkan. Bentuk-bentuk
lanjutan seperti keluaran dari sebuah
processor atau
translator tidak diijinkan.
c. Karya-karya Bentukan
Lisensi tersebut harus memperbolehkan, karya-karya modifikasi atau
bentukan, dan mengijinkannya untuk didistribusikan dalam bentuk yang ama
seperti lisensi
software asalnya.
d. Integritas Pencipta Kode Sumber
Lisensi tersebut dapat membatasi pendistribusian kode sumber dalam
bentuk modifikasi hanya jika lisensi itu mengijinkan pendistribusian
dalam bentuk “
patch files” (potongan; menempel; tidak
seluruhnya) dengan kode sumber dengan tujuan memodifikasi program
tersebut pada masa pembuatan. Lisensi itu secara tertulis/tersurat harus
memperbolehkan pendistribusian
software yang dibuat dari
modifikasi kode sumber. Lisensi tersebut mungkin memerlukan
pekerjaan-pekerjaan bentukan untuk membawa nama atau versi yang berbeda
dari
software asal.
e. Tidak Adanya Diskriminasi Terhadap Individu Atau Kelompok
Lisensi tersebut tidak diperbolehkan menciptakan diskriminasi terhadap orang secara personal atau perkelompok.
f. Tidak Adanya Diskriminasi Terhadap Bidang-bidang Pemberdayaan
Lisensi tersebut tidak boleh membatasi seseorang dari menggunakan
program itu dalam suatu bidang pemberdayaan tertentu. Sebagai contoh,
tidak ada pembatasan program tersebut terhadap penggunaan dalam bidang
bisnis, atau terhadap pemanfaatan dalam bidang riset genetik.
g. Pendistibusian lisensi
Hak-hak yang dicantumkan pada program tersebut harus dapat diterapkan
pada semua yang menerima tanpa perlu dikeluarkannya lisensi tambahan
oleh pihak-pihak tersebut.
h. Lisensi Tersebut Tidak Diperbolehkan Bersifat Spesifik Terhadap Suatu Produk
Hak-hak yang tercantum pada program tidak boleh tergantung pada keadaan program yang merupakan bagian dari suatu distribusi
software
tertentu. Jika program disarikan dari distribusi tersebut dan digunakan
atau didistribusikan di dalam bentuk-bentuk lisensi program itu, semua
pihak yang menerima harus memiliki hak yang sama seperti mereka yang
dijamin dalam hubungan dengan pendistribusian
software asal.
i. Lisensi Tersebut Tidak Diperbolehkan Membatasi Software Lain
Lisensi itu tidak boleh menempatkan pembatas bagi
software
lain. Sebagai contoh, lisensi itu tidak boleh memaksakan bahwa program
lain yang didistribusikan pada media yang sama harus bersifat
open source.
j. Lisensi Harus Menjadi Teknologi Sentral
Tidak ada ketetapan terhadap lisensi yang mungkin mengarah ke siapapun atau teknologi alat penghubung.
5. Macam-Macam Lisensi
a.
Freeware, artinya
software tersebut gratis untuk digunakan, Anda tidak bisa melihat
source code software tersebut, biasanya disertai syarat tidak boleh memodifikasi
software tersebut. Ada pula yang disertai syarat harus untuk kepentingan non-komersial. Tetapi syarat mutlak sebuah
software disebut
freeware adalah tanpa batasan jumlah dan waktu pemakaian.
b.
Shareware, artinya
software tersebut dapat didownload dan digunakan pengguna hanya untuk dicoba. Jika pengguna merasa
softwarenya bagus, maka diharuskan membeli.
Shareware sering dibatasi lamanya waktu pakai (misalnya trial 30 hari), atau jumlah
software tersebut dijalankan (misalnya 30x), atau
feature-feature tertentu yang tidak bisa diakses. Sesudah masa ujicobanya berakhir,
software bisa saja terkunci atau bisa saja tetap berfungsi sebagaimana mestinya.
c.
Adware, artinya
software tersebut gratis, tetapi ada iklan yang muncul ketika dijalankan. Iklan dapat muncul baik pada saat
start, atau muncul di sela-sela penggunaan.
d.
Open Source, artinya
software yang
source code-nya dibuka ke publik, Anda bisa memodifikasi dan mendistribusikan atau mempublikasikan
source code hasil modifikasi dengan syarat-syarat tertentu, misalnya dengan tetap mempertahankan nama
softwarenya.
6. Lisensi-lisensi yang telah disertifikasi oleh Open Source Organization
Dan berikut ini
software gratis dan
open source terbaik yang telah disertifikasi oleh
Open Source Organisasi ;
a. Browser Gratis Terbaik
Browser ini yang kita butuhkan setiap kali membuka halaman di internet, search di
Google, membaca
email di
Yahoo Mail, baik di
windows maupun di
linux, pilihan jatuh pada
Mozilla Firefox (bisa berjalan di
Windows atau
Linux).
b. Antivirus Gratis Terbaik
Antivirus penting sekali untuk menjaga komputer Anda dari serangan
virus yang mematikan atau memperlambat sistem komputer Anda. di waktu yang lalu
tutorialgratis.net pernah mendaftar urutan antivirus terbaik. Pilihan antivirus gratis terbaik untuk
Windows adalah
Avira AntiVir Personal. Sedangkan untuk
linux adalah
F-Prot Antivirus for
Linux Workstations atau
avast! Linux Home Edition.
c. Office Gratis Terbaik (Word Processor, Spread sheet, Presentation)
Untuk urusan
Office Gratis terbaik, pilihan jatuh pada
OpenOffice.Org. Fungsinya mirip
Microsoft Word, Microsoft Excell, dan
Microsoft PowerPoint, tetapi yang ini gratis dan
Open Source.
d. Editor Gambar Bitmap Gratis Terbaik
Untuk yang hoby mengutak-atik gambar seperti mengatur pencahayaan,
menggabungkan dua buah gambar, dan sebagainya, biasanya orang banyak
menggunakan
Adobe Photoshop. Software pengolah gambar
bitmap yang terbaik dan gratis adalah
GIMP (
GNU Image Manipulation Program) yang bisa di download di
Windows atau
Linux.
e. Editor Gambar Vector Gratis Terbaik
Fungsinya mirip
CorelDraw, kita bisa membuat dan mengedit gambar
vektor yang tersusun atas garis-garis dan bidang.
Software Vector Editor yang terbaik dan gratis (
Open Source) adalah
Inkscape. Juga bisa di pakai di
Windows atau
Linux.
f. Media Player Gratis Terbaik
Fungsinya buat memainkan video, musik, lagu,
file-file audio seperti MP3, WAV, dan sebagainya. Untuk
software Media Player terbaik di
Windows adalah
Winamp. Untuk
linux,
media player terbaik adalah
GeeXboX.
g. Audio Editor Gratis Terbaik
Dengan
software audio editor, kita bisa mengedit
file audio, seperti menambah
echo, menggabungkan vokal dengan musik, membuat
jingle atau
spot iklan radio, dan sebagainya.
Software audio editor gratis terbaik di
Windows dan
Linux adalah
Audacity yang bisa dijalankan di
Windows atau
Linux.
h. Video Editor Gratis Terbaik
Software Video Editor digunakan untuk mengedit video, seperti potong-memotong,
filter,
encoding, dan lain-lain.
Software Video Editor terbaik yang gratis adalah
Avidemux yang bisa dijalankan di
Windows atau
Linux.
i. FTP Gratis Terbaik
Program ini digunakan untuk men
transfer file ke sebuah
server lewat
internet. Program ini sering digunakan oleh
webmaster untuk men
transfer file-filenya ke
web server. Program FTP yang
open source adalah
FileZilla (bisa dijalankan di
Windows atau
Linux).
j. Program Mail Client Gratis Terbaik
Program ini digunakan untuk membaca
email dari
desktop (IMAP, POP, atau HTML). Di lingkungan
Windows, program
mail client terbaik adalah
Mozilla Thunderbird. Di
Linux, program
mail client gratis terbaik adalah
Evolution.
k. Program Kompresi Gratis Terbaik
Program ini berfungsi untuk memperkecil ukuran
file tanpa menghilangkan data (seperti WinZip atau WinRAR). Di
Windows, program kompresi yang gratis terbaik (
freeware) adalah 7-Zip , sedangkan di
Linux, program kompresi yang terbaik dengan adalah p7zip (LGPL) dan PeaZip (GPL).
l. Program Download Accelerator Gratis Terbaik
Buat yang suka mendownload
file dari internet, program ini sangat diperlukan, karena bisa mempercepat download hingga 3 kali lipat. Di
Windows, program download
accelarator terbaik dengan lisensi GPL adalah
Free Download Manager. Di
Linux, program download
accelerator terbaik dengan lisensi GPL adalah
QuickDownloader. Penulis juga merekomendasikan
Add-Ons FireFox DownThemAll, karena jika menggunakan FireFox dan
Add-Ons tersebut, kita tidak perlu menginstall
software tambahan.
7. Keuntungan dan Kekurangan Menggunakan Open Source
Keuntungan yang bisa didapatkan dari produk
opensource mungkin merupakan
software
yang dapat diambil tanpa dipungut biaya (gratis). Namun beberapa
diantaranya terdapat produk komersil yang juga mengandalkan fungsi dari
open source, salah satunya adalah
Microsoft Internet Explorer. Beberapa keuntungan yang didapatkan dengan menggunakan
software yang
open source diantaranya:
• Legal
Menurut informasi yang ada Indonesia menempati posisi ke-4 negara
pembajak terbesar didunia. Hal ini mengakibatkan posisi tawar-menawar di
Indonesia sangat lemah didunia perdagangan, sekaligus menuai kecaman
dari Negara-negara lainnya. Dengan adanya
Open Source dan kelegalannya, pembajakan
software di Indonesia dapat berkurang drastic dari 80% hingga 0%.
• Penyelaman Devisa Negara
Software yang banyak dipakai untuk mengetik harganya adalah US$
600. Untuk perbandingan, harga laptop adalah sekitar US$ 435 . Dan
pendapatan per kapita/bulan adalah hanya sekitar US$ 134. Dengan
menggunakan solusi berbasis
Open Source, maka dapat dilakukan
penghematan devisa negara secara signifikan. Kemudian dana tersebut
dapat dialokasikan ke usaha-usaha untuk kesejahteraan rakyat.
• Keamanan Negara atau Perusahaan
Di tahun 1982 pernah terjadi ledakan dahsyat di saluran pipa gas Uni
soviet di Siberia. Kekuatan ledakan tersebut sekitar 3 kiloton atau 25%
dari kekuatan bom atom Hiroshima. Setelah 16 tahun kemudian baru
diketahui oleh public bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh
software computer proprietary / tertutup yang telah diubah oleh CIA. Dengan menggunakan
software Open source, kita dapat menghindari dari bahaya semacam ini karena bisa dilakukan audit terhadap kode programnya.
• Keamanan Sistem
Jika bicara mengenai keamanan
computer, tentu banyak sekali celah / lubang-lubang keamanan yang bisa di tembus pada
software. Terutama jika
software itu tidak memiliki keamanan yang cukup untuk membentengi dirinya dari serangan virus. Pada
software proprietary
atau tertutup sangat sulit untuk dapat benar-benar yakin dengan
keamanannya, karena kita tidak tahu apa yang ada didalamnya. Selain itu
sering kali sulit untuk mendapatkan solusinya. Sebagai contoh, terdapat
security hole pada
Microsoft Internet Explorer yang sudah diketahi semenjak tahun 2002 namun masih belum di ketemukan solusinya. Contoh lain, sebuah Komputer dengan
OS Microsoft Windows 2000 yang kemudian disambungkan ke
Internet dapat terserang virus dalam waktu 10 menit atau kurang. Lalu di tahun 2006,
Internet Explorer tidak aman lagi digunakan selama 284 hari karena system yang tidak aman.

Kelemahan dan kekurangan menggunakan
software Open Source, sebagai berikut :
• Tidak adanya jaminan bahwa pengembangan dari suatu software akan berlanjut.
Dengan kata lain, pengguna tidak dapat mengetahui apakah suatu proyek
akan terus berlanjut atau tidak, meskipun berlanjut mungkin hanya
sementara dan kemudian mati setelah tidak banyak lagi yang tertarik
dengan
software tersebut. tentu saja masalah ini dihadapi juga oleh software komersial tetapi lebih tajam tertuju pada
software open source, terutama bila suatu proyek dimulai tanpa dukungan dari satu atau beberapa komunitas yang cukup kuat.
• Banyaknya masalah berkaitan dengan hak atas kekayaan intelektual.
Masalah ini sangat penting karena beberapa negara telah menerima hak paten atas suatu
software dan algoritma. sangat sulit mengetahui bahwa suatu metode yang digunakan untuk memperbaiki
bug pada
software telah dipatenkan, suatu komunitas bisa disalahkan berdasarkan hukum kekayaan intelektual tersebut.
• Adanya masalah eksistensi dan status.
Sangat sedikit pengiklan yang ingin mempromosikan produknya pada
software open source terutama bila proyek tersebut tidak didukung
company yang kuat. masalah kurangnya pelayanan
support dll., sangat penting bagi pengguna awan sehingga mengurangi ketertarikan mereka akan produk
open source